Mataram – Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menjadi sorotan pasca insiden kecelakaan di Gunung Rinjani yang menewaskan seorang pendaki adalah Brasil beberapa waktu lalu
Dalam acara Bincang Kamisan edisi ke-8yang digelar oleh Dinas KomunikasiInformatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTBdengan tema “Menyikapi Peristiwa Rinjani dan Layanan Destinasi Global”Kepala Balai TNGRYarman, menegaskan bahwa Rinjani bukan sekadar gunung atau objek wisata biasamelainkan kawasan konservasi berstatus internasional yang menuntut pengelolaan holistik dan bertanggung jawab. Ia menyebutkan bahwa TNGR telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap insiden terakhir dan siap memperkuat koordinasi lintas sektor.
Ke depankita tidak hanya memperketat pengawasantapi juga memperbaiki komunikasi dan manajemen jalur. Rinjani adalah kawasan konservasitapi juga destinasi global yang harus dikelola secara bijak,” tegas Yarmandalam kegiatan yang berlangsung di Command Centre UPTD Layanan Digitalsebagai respons terhadap dinamika terkini di kawasan konservasi ikonik tersebut.
Yarman juga mengatakan, langkah konkret juga disiapkan TNGRmulai dari penguatan kapasitas SDM di jalur pendakianstandarisasi layananhingga sinergi berkelanjutan dengan komunitas lokalporterguidedan pelaku usaha wisata. Tujuannya jelas: menjadikan Rinjani simbol wisata berkelanjutan yang mengedepankan keselamatankelestariandan nilai-nilai lokal.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Ahmad Nur Aulia, turut mendorong peningkatan tata kelola Rinjani sebagai destinasi unggulan. Ia menyoroti pentingnya membangun citra Rinjani sebagai lokasi wisata yang profesionalamandan bermartabat.
“Kita ingin bangun citra Rinjani bukan hanya indah dan eksotistapi juga profesional dan aman. Untuk itukita akan fokus pada standardisasi layananpenguatan SDMdan mitigasi bencana berbasis komunitas,” ujarnya.
Pentingnya SDM unggul di kawasan TNGR juga disorot Direktur Poltekpar LombokDr. Ali Muhtasom, yang mengusulkan program FGD dan sertifikasi bagi guideporterdan pelaku wisata desa penyangga.
Dalam sesi diskusipengamat pariwisata Fahrurrozi Gafar menekankan pentingnya narasi baru dalam promosi Rinjani yang tidak semata-mata menonjolkan keindahan alamtetapi juga tanggung jawab ekologis dan kearifan lokal.
“Pariwisata NTB tidak boleh asal ramaitapi harus bermartabat. Ini saatnya kita siapkan roadmap baru menuju destinasi global yang tangguh dan beradab,” ujarnya. (F3)
Ket. Foto:
Foto bersama dalam kegiatan Bincang Kamisan edisi ke 8 Diskominfotik NTB. (Ist)

