Program MBG di NTB Jangkau 153 Ribu Penerima Manfaat 

Mataram – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  kini telah menjangkau sekitar 153.000 penerima manfaat.  Program ini didukung oleh pendirian 53 titik Satuan Pelayanan  Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah NTB.

Kepala Regional SPPG NTB, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa program ini dijalankan secara bertahap dan sistematis, menyasar kelompok-kelompok rentan seperti balita, ibu menyusui dan ibu hamil yang mendapat porsi 10 persen dari total distribusi Gizi 

Pembentukan SPPG ini menjadi langkah strategis untuk memastikan program MBG menjangkau kelompok yang paling membutuhkan. Sebanyak 10 persen di antaranya kami khususkan untuk tiga B: Balita, Ibu Menyusui, dan Ibu Hamil,” ungkap Eko dalam konferensi pers yang digelar Dinas Kominfotik Provinsi NTB di, Selasa, (3/6) di Mataram. 

Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa NTB termasuk dalam Zona III secara nasional, yang berarti perhatian khusus dan dukungan ekstra menjadi kebutuhan utama dalam pelaksanaan program. Untuk mendukung operasionalisasi di lapangan, setiap titik SPPG diperkuat oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)y ang bertugas mengelola distribusi dan pelaksanaan teknis program.

Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga standar gizi dan keamanan makanan, program MBG juga melibatkan pelatihan intensif bagi para pengelola dan penyaji makanan. Pelatihan ini mengusung standar Manajemen Penjamah Makanan untuk memastikan kualitas pangan yang layak dan aman dikonsumsi.

“Kami melakukan pelatihan secara komprehensif untuk para penjamah makanan. Ke depan, kami sangat mengharapkan dukungan dari Dinas Kesehatan dan BPOM untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan pendampingan,” tambah Eko.

Dengan skema terpadu yang melibatkan edukasi, pendampingan, dan pengawasan, Program MBG diharapkan menjadi instrumen penting dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTB.

“Kami berharap program ini mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen, termasuk media, agar informasi positif ini tersampaikan secara luas dan masyarakat bisa ikut serta menjaga keberlangsungan program,” tutup Eko. (F3)

Ket. Foto:

kegiatan Konferensi pers yang digelar Dinas Kominfotik NTB membahas Program MBG dan penanganan stunting di NTB. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

PLN UIW NTB Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah bagi Anak Yatim dan Dhuafa

Mataram - Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik...

Rachmat Hidayat Ingatkan Gubernur Iqbal Cermat Benahi Tata Kelola Bank NTB Syariah 

Mataram - Anggota DPR RI, H. Rachmat Hidayat, mengingatkan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal untuk tidak gegabah dalam membenahi tata kelola Bank NTB Syariah....

PLN UIW NTB Berbagi Takjil dan Sosialisasikan Promo “Ramadan Terang, Lebaran Tenang” di Mataram dan Lombok Timur

Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat sekaligus melakukan sosialisasi program promo...

Lautan Manusia Hadiri Tabligh Akbar UAS di Mataram

Mataram -  Ribuan warga dari seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat (NTB) memadati kawasan Eks Bandara Selaparang, Sabtu malam (24/5), dalam acara Tabligh Akbar bersama...

Ritual Mandian Keris Sasak, Bupati LAZ : Mari Lestarikan Budaya dan Kemas Jadi Even Pariwisata

Lombok Barat - Majelis Adat Sasak bersama  Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar ritual budaya mandian keris yang bertajuk "Keris Lombok Bewaran" di Taman Narmada,...