Sedang Mengurus Urusan Pertanahan? Cari Tahu Biayanya di Sini

Jakarta – Bagi sebagian masyarakatmengurus urusan pertanahan sering kali menjadi pengalaman yang membingungkan. Pertanyaan soal biaya yang harus dibayarkomponen apa saja yang dikenakanhingga cara penghitungannyakerap muncul ketika seseorang hendak mengurus sertipikat tanahbalik namamaupun layanan pertanahan lainnya.

Di tengah kebutuhan masyarakat akan informasi yang jelas dan transparanKementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengingatkan bahwa seluruh tarif layanan pertanahan telah diatur secara resmi oleh pemerintah dan dapat diakses oleh masyarakat.

“Dasar hukum terkait tarif biaya dalam kegiatan pertanahan di BPN telah diatur di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 128 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kementerian ATR/BPN,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Kementerian ATR/BPNAchmad pada Senin (06/07/2026)

Achmad mengatakandalam regulasi tersebut telah diatur berbagai rumus perhitungan biaya layanan pertanahan. “Di PP 128/2015 diterangkan rumus perhitunganbaik dalam kegiatan pengukurankemudian pendaftaran tanah pertama kalipemeliharaanperalihandan berbagai macam kegiatan pertanahan sudah ada di sana ya,” jelasnya. 

Sebagai contohbiaya peralihan hak dapat dihitung melalui rumus nilai tanah per meter persegi dikalikan luas tanahkemudian dibagi 1.000. PP tersebut tak hanya mengatur biaya layanan utamadi dalamnya juga tertuang aturan berbagai komponen kegiatan lapangan yang mungkin diperlukan dalam proses pelayanan pertanahan.

“Di dalam PP Nomor 28 Tahun 2015 tersebut juga ada terkait dengan kegiatan lapangan di Pasal 21lalu terkait dengan transportasiakomodasidan konsumsi,” lanjut Kepala Biro Humas dan Protokol.

Keterbukaan informasitermasuk mengenai tarif layanan pertanahan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Dengan mengetahui besaran biaya yang berlakumasyarakat dapat lebih tenang ketika mengurus hak atas tanah sekaligus terhindar dari informasi yang keliru.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui estimasi biaya secara lebih praktisperhitungan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Sentuh Tanahku. Aplikasi ini disediakan agar masyarakat dapat memperoleh informasi dengan lebih mudah hanya dari genggaman tangan. Karena itusebelum datang ke Kantor Pertanahan atau mengajukan layananmasyarakat dianjurkan untuk mencari informasi terlebih dahulu melalui saluran resmi yang tersedia. 

“Silakan masyarakat bisa langsung mengecek sendiri biaya yang dibutuhkan di aplikasi Sentuh Tanahku,” pungkas Kepala Biro Humas dan Protokol. (*)

Ket. Foto:

Melalui aplikasi sentuh Tanahkukini masyarakat sdh bisa mengakses informasi pertanahan melalui handphone. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

393 Kloter 10 Utuh Kedua dari Kota Mataram Siap Berangkat ke Tanah Suci

Mataram – Kloter 10 menjadi kloter utuh kedua asal Kota Mataram yang akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Total sebanyak...

Komisi II Soroti Kualitas Pariwisata NTB dalam LKPJ Gubernur 2025

Mataram – Komisi II DPRD Provinsi NTB memberikan sejumlah catatan kritis terhadap kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)...

Percepat Transformasi Digita, Desa Karang Bayan Gelar Pelatihan Desa Digital

Lombok Barat - Pemerintah Desa Karang BayanKecamatan LingsarKabupaten Lombok Baratmenggelar pelatihan bertema Desa Digital sebagai bagian dari upaya transformasi digital di tingkat desa. Kegiatan...

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Jakarta - Sebanyak 446 Kantor Pertanahan (Kantah) di penjuru Indonesia telah menerapkan layanan Pengukuran Terjadwalyang memberikan kepastian waktu bagi masyarakat sejak permohonan pendaftaran tanah...

Nadira Bantah Dugaan Perselingkuhan, Sebut Tak Pernah Lihat Bukti Percakapan

Mataram – Nadira Ramayanti angkat bicara menanggapi beredarnya pemberitaan terkait dugaan perselingkuhan yang menyeret namanya. Ia menegaskan hingga saat ini tidak pernah diperlihatkan secara...