Lombok Barat – Peredaran narkotika di wilayah Lombok Barat kembali berhasil diungkap aparat kepolisian. Dua pria asal Kecamatan GunungsariKabupaten Lombok Baratberinisial MUL dan MAPditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram karena diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba.
Penangkapan bermula dari penggerebekan di sebuah kios kecil di Desa Jatisela. Di lokasi itupetugas meringkus MUL yang saat itu menyimpan dua poket shabu siap edar di dalam saku celananya.
"MUL kami amankan di kios pinggir jalan dekat rumahnya. Setelah diperiksadia mengaku mendapatkan shabu dari MAP yang juga tinggal di wilayah Gunungsari," ungkap Kasat Narkoba Polresta MataramAKP I Gusti Ngurah Bagus SuputraSHMHRabu (16/04/2025).
Tak menunggu lamatim langsung bergerak cepat ke Desa Midang untuk membekuk MAP. Meski tak ditemukan barang haram di rumahnyasejumlah alat bukti penting yang berkaitan erat dengan peredaran narkoba berhasil diamankan.
"Dari rumah MAPkami temukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan keterlibatannya dalam aktivitas peredaran narkotika," jelas AKP Bagus Suputra.
Polisi juga melakukan penggeledahan lanjutan di rumah MUL dan menyita barang bukti tambahantermasuk alat isapplastik klip kosongdan alat komunikasi yang diduga digunakan untuk transaksi.
Total barang bukti yang berhasil disita adalah narkotika jenis shabu seberat 0,42 gram beserta peralatan pendukung lainnya. Saat inikeduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Mataram guna pengembangan lebih lanjut terhadap jaringan peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Kedua terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotikadengan ancaman pidana penjara jangka panjang.
"Upaya kami tidak berhenti di sini. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan lebih besar di balik peredaran narkoba ini," tegas AKP Bagus Suputra. (F2)
Ket. Foto:
Dua terduga pengedar narkotika yang diamankan oleh pihak Polresta Mataram. (Ist)


