Desa Berdaya Jadi Ujung Tombak Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di NTB

Mataram – Program Desa Berdaya ditetapkan sebagai ujung tombak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui pendekatan berbasis potensi lokal dan pendampingan intensifprogram ini dirancang menjadi motor transformasi desa dari wilayah rentan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kepala Dinas Pemberdayaan MasyarakatPemerintahan DesaKependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTBIr. Lalu HamdiM.Si.menegaskan bahwa Desa Berdaya bukan sekadar bantuan keuanganmelainkan gerakan pembangunan desa yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Desa Berdaya adalah strategi besar pengentasan kemiskinan ekstrem. Fokusnya membangun kemandirian desa melalui ketahanan pangan dan pengembangan potensi unggulantermasuk wisata desa,” ujarnyaSelasa (31/3/2026) lalu.

Program Desa Berdaya dijalankan melalui dua skema utamayakni Tematik dan Transformatifyang saling melengkapi.

Pada skema Tematikseluruh 1.021 desa dan 145 kelurahan di NTB ditargetkan menerima bantuan keuangan khusus secara bertahap hingga 2029. Tahun 2026 menjadi langkah awal dengan 256 desa dan kelurahan sebagai pionirmasing-masing memperoleh Rp300 juta.

Namundana tersebut tidak dapat digunakan secara bebas. Pemerintah telah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) sebagai panduansehingga setiap desa wajib menyusun proposal berdasarkan potensi unggulan yang dimiliki.

“Desa Berdaya mendorong lompatan ekonomi. Desa harus mengidentifikasi keunggulan merekaapakah di sektor pertanianpeternakanperikananatau wisata. Setelah diverifikasibaru direkomendasikan untuk ditetapkan oleh Gubernur,” jelas Lalu Hamdi.

Melalui skema iniDesa Berdaya diharapkan menciptakan sentra-sentra produksi pangan dan destinasi wisata desa yang berdaya saing.

Tak hanya berbasis wilayahDesa Berdaya juga menyasar langsung keluarga miskin ekstrem melalui skema Transformatif. Berdasarkan data sinkronisasi dengan BPS melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)sebanyak 6.711 kepala keluarga (KK) di 40 desa menjadi sasaran tahap pertama pada 2026.

Setiap KK akan menerima bantuan Rp7 juta yang diarahkan sebagai modal usaha produktif.

“Desa Berdaya memastikan bantuan ini tidak habis untuk konsumsi. Tujuannya membangkitkan kembali mata pencaharian keluarga miskin ekstrem agar mandiri,” tegasnya.

Keunggulan Desa Berdaya terletak pada sistem pendampingan. Sebanyak 144 pendamping desa disiapkan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran. Mereka akan mengikuti pelatihan khusus  pada 6-8 April mendatang sebelum turun langsung mendampingi keluarga penerima manfaat.

Pendamping bertugas membantu mengidentifikasi potensimenghidupkan kembali usaha yang sempat terhentiserta memastikan pengelolaan keuangan berjalan transparan dan akuntabel.

“Fokus kita adalah revitalisasi usaha. Desa Berdaya ingin memastikan setiap rupiah bantuan menjadi modal produktif yang berkelanjutan,” kata Lalu Hamdi.

Melalui Desa BerdayaPemprov NTB menargetkan terjadinya perubahan struktur ekonomi desa secara menyeluruh. Program ini diharapkan tidak hanya menekan angka kemiskinan ekstremtetapi juga melahirkan desa-desa mandiri yang menjadi fondasi kuat pembangunan daerah di masa depan. (F*)

Ket. Foto:

Kepala Dinas Pemberdayaan MasyarakatPemerintahan DesaKependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTBIr. Lalu HamdiM.Si.(Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Majelis Ta’lim Darunnajah Gelar Lomba Cerpen Nasional, Gaungkan Nilai Pesantren Lewat Sastra

Mataram – Dalam rangka milad ke-10Majelis Ta'lim Darunnajah Al-Irsyadi MambenLombok Timurmenggelar Lomba Cerpen Tingkat Nasional yang terbuka untuk umum dan tanpa biaya pendaftaran. Bertemakan...

DPRD NTB Setujui Perda Perampingan OPD:  Strategis Menuju Birokrasi Efisien dan Pelayanan Publik Berkualitas

Mataram - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Ketiga atas Perda Nomor...

Pokdarwis Jerowaru Gelar Aksi Bersih Pesisir untuk Peringati HUT ke-23 PLN UIW NTB

Lombok Timur -  Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bale Mangrove di Desa JerowaruKabupaten Lombok Timurmenggelar aksi bersih pesisir dan penanaman mangrove sebagai bentuk dukungan dan...

Pemkab Lombok Barat Gelar Dzikir dan Doa Peringati HUT ke-67, Bupati LAZ Ajak Muhasabah Diri

Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar acara Dzikir dan Doa bersama di Bencingah Agung Kantor BupatiSelasa (15/4/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari...

Gubernur NTB Miq Iqbal Bawa Kabar Baik: Lombok Segera Jadi Hub Baru Penerbangan Nasional 

Mataram - Lombok bersiap menjadi pusat (hub) baru penerbangan nasionalkhususnya untuk wilayah Indonesia Tengah dan Timur. Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan antara Gubernur NTBDr....