Mataram – Bank NTB Syariah menyatakan secara operasional kinerja perusahaan sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank NTB SyariahNazaruddinmengatakan penurunan laba yang terjadi saat ini terutama disebabkan oleh dampak maintenance yang membutuhkan waktu yang lama pada M-Banking dan pencadangan pembiayaan bermasalah.
Menurutnyajika dua faktor tersebut tidak dimasukkan dalam perhitunganlaba bank justru mengalami peningkatan.
“Namun jika kedua faktor itu dikeluarkan dari perhitunganyakni biaya akibat maintenance M-Banking yang panjang dan pencadangan pembiayaan bermasalahmaka kinerja laba sebenarnya masih tumbuh dibandingkan tahun 2024,” ungkap Nazaruddin dalam keterangannyaSenin(16/3/26).
Nazaruddin menjelaskanpada tahun 2024 Bank NTB Syariah mencatat laba sekitar Rp215 miliar. Jika tidak terbebani dua faktor tersebutlaba tahun ini diperkirakan dapat mencapai hampir Rp250 miliar.
“Artinya secara operasional sebenarnya masih mengalami pertumbuhan,” tuturnya.
Nazaruddin menyebutkan bahwa mayoritas unit kerja Bank NTB Syariah juga menunjukkan peningkatan kinerja.
Dari total 41 unit kerja yang dimiliki Bank NTB Syariahterdiri atas 13 kantor cabang dan 28 kantor lainnyasekitar 95 persen tercatat mengalami pertumbuhan secara year-on-year.
“Ini menunjukkan bahwa secara operasional sebenarnya tidak ada masalah besar. Permasalahan utamanya hanya berasal dari dua faktor tersebut,” kata Nazaruddin menambahkan. (F*)
Ket. Foto:
Direktur Bank NTB Syariah Nazaruddin (tengah) saat rapat bersama direksi dan jajarannya. (Ist)

