Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan arah baru pengelolaan aparatur sipil negara. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan bahwa sistem seleksi terbuka (pansel/beauty contest) akan diakhiridan ke depan pengembangan serta promosi jabatan ASN akan sepenuhnya berbasis Manajemen Talenta ASN.
Sebagai tahap transisiseleksi terbuka hanya akan digunakan terakhir kali untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (Eselon II) yang saat ini masih kosong.
Adapun jabatan-jabatan dimaksud meliputi:- PertamaKepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangandengan klasifikasi Eselon II.a. KeduaKepala Dinas PendidikanPemuda dan OlahragaEselon II.a. KetigaKepala Dinas Pekerjaan UmumPenataan Ruang dan Kawasan PermukimanEselon II.a. KeempatKepala Dinas Perindustrian dan PerdaganganEselon II.a. KelimaKepala Dinas KebudayaanEselon II.a. KeenamKepala Dinas Lingkungan Hidup dan KehutananEselon II.a. KetujuhDirektur Rumah Sakit Umum DaerahEselon II.a.
Selanjutnyajabatan struktural pada RSUD dengan klasifikasi Eselon II.byaitu:-KedelapanWakil Direktur Perencanaan dan Keuangan pada RSUDEselon II.b. KesembilanWakil Direktur Umum dan Operasional pada RSUDEselon II.b. KesepuluhWakil Direktur Sumber Daya ManusiaPendidikanPelatihan dan Penelitian pada RSUDEselon II.b. KesebelasWakil Direktur Pelayanan pada RSUDEselon II.b.
Kemudian pada Sekretariat Daerahjabatan yang dimaksud adalah: KeduabelasKepala Biro Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat DaerahEselon II.b. Dan ketigabelasKepala Biro Umum dan Administrasi PimpinanEselon II.b.
Seleksi terbuka untuk jabatan-jabatan tersebut segera dibuka dan saat ini tengah dalam tahap persiapan. Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa proses ini Insya Allah menjadi seleksi terbuka terakhir pada masa kepemimpinan Iqbal–Dinda.
Kepala Dinas Kominfotik NTB yang juga Juru Bicara Pemprov NTBDr. H. Ahsanul Khalik menegaskan kebijakan ini merupakan komitmen kuat Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernurdalam menegakkan sistem merit.
“Pengembangan karier ASN tidak boleh lagi bergantung pada kontestasi sesaat. Ke depankarier aparatur harus dipandu oleh Manajemen Talenta ASN—berbasis kinerja dan potensi—sehingga adil bagi ASN dan menguntungkan organisasi,” tegasnya.
Melalui Manajemen Talenta ASNPemprov NTB akan menggunakan pemetaan talenta (Talent Mapping 9-Box) sebagai dasar pengambilan keputusan karier. ASN dinilai secara objektif berdasarkan kinerja nyata dan potensi pengembangansehingga penempatan jabatan benar-benar mencerminkan prinsip the right person in the right placeat the right time. Sistem ini juga memastikan regenerasi kepemimpinankesinambungan organisasidan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dr. AKAmengingatkan ASN Pemprov arif NTBbersiap menghadapi perubahan paradigma tersebut.“Manajemen Talenta menuntut ASN untuk serius menjaga kinerja dan terus meningkatkan kompetensi. Tunjukkan hasil kerja yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat serta daerah. Dan dalam hal ini Pak Gubernur akan memberikan prioritas kepada pejabat yang didemosi pada mutasi kemarintapi ingat harus bisa memperlihatkan komitmen dan loyalitas konstitusional nya dalam memberikan kinerja terbaik untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Dengan kebijakan iniPemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan langkah tegas menuju birokrasi modern yang profesionalobjektifdan berkeadilan. Karier ASN tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling menonjol di panggung seleksimelainkan oleh rekam jejak kinerjakapasitasdan integritas yang teruji dari waktu ke waktu. (F3)
Ket. Foto:Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri saat melantik sejumlah ASN Lingkup Pemprov NTB beberapa waktu lalu. (Ist)
Sumber : Diskominfotik NTB.

