Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mencatat peningkatan kebutuhan listrik selama perayaan malam Tahun Baru 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhanrealisasi beban puncak (BP) sistem kelistrikan di NTB tumbuh sekitar 12 persen secara year on year (YoY)seiring meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun.
Pada Sistem Lombokrealisasi beban puncak tanggal 31 Desember 2025 mencapai 366,9 megawatt (MW). Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnyayakni 322,1 MW pada 31 Desember 2024atau tumbuh sebesar 13,9 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh tingginya konsumsi listrik di kawasan perkotaanpusat keramaianserta lokasi perayaan Tahun Baru.
Sementara ituSistem Tambora juga mencatat pertumbuhan beban listrik yang positif. Realisasi beban puncak pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar 145,9 MWmeningkat dari 135,8 MW pada 31 Desember 2024. Dengan demikianSistem Tambora mengalami pertumbuhan beban sebesar 7,4 persen secara YoY.
General Manager PLN UIW NTBSri Heny Purwantimengatakan bahwa peningkatan beban listrik tersebut telah diantisipasi melalui kesiapan sistem dan pengamanan berlapis. “PLN memproyeksikan adanya lonjakan konsumsi listrik saat malam pergantian tahun. Karena itukami memastikan seluruh sistem kelistrikan di NTB berada dalam kondisi aman dan andal,” ujar Sri Heny.
Ia menambahkankeandalan pasokan listrik di tengah peningkatan beban merupakan hasil dari perencanaan operasi yang matang serta kesiapsiagaan petugas di lapangan. “Pemantauan sistem dilakukan secara real timedan petugas kami siagakan di seluruh titik strategis,” katanya.
Sebagai bagian dari pengamananPLN UIW NTB menyiagakan petugas teknik di berbagai lokasi perayaan Tahun Baru di wilayah NTB. Salah satu titik utama pengamanan berada di Taman SangkareangKota Mataramyang menjadi pusat perayaan Tahun Baru 2026 dan dipadati masyarakat.
Pengamanan kelistrikan juga difokuskan pada pusat-pusat keramaian lainnyakawasan wisatafasilitas publikserta lokasi kegiatan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan dan memastikan kontinuitas pasokan listrik selama perayaan berlangsung.
Menurut Sri HenyPLN tidak hanya berfokus pada kontinuitas pasokantetapi juga pada kecepatan respons jika terjadi gangguan. “Petugas disiagakan selama 24 jam dan didukung peralatan serta sistem pengendalian terintegrasisehingga setiap potensi gangguan dapat ditangani dengan cepat,” jelasnya.
Dengan kesiapan sistem dan dukungan seluruh personelPLN UIW NTB memastikan pasokan listrik selama perayaan Tahun Baru 2026 di Nusa Tenggara Barat berjalan andal. Kehadiran listrik yang stabil diharapkan dapat mendukung kenyamanan masyarakat serta menggerakkan aktivitas ekonomi dan pariwisata di awal tahun 2026. (F*)
Ket. Foto:
Petugas PLN melakukan pengecekan listrik. (Ist)

