Kadistan Lobar Ajak Petani Ikut Asuransi Pertanian, Baru 10 Persen yang Berminat

Lombok Barat – Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Lombok Barat, Damayanti Widyaningrum, SP. M.Si., mengimbau para petani untuk memanfaatkan program asuransi usaha pertanian guna melindungi diri dari risiko gagal tanam maupun gagal panen.

"Pada dasarnya saya menghimbau kepada para petani untuk ikut asuransi usaha pertanian. Karena hanya dengan membayar Rp36 ribu saja, nantinya bisa tercover apabila terjadi gagal tanam atau gagal panen. Sisanya akan dibantu oleh pemerintah," ujar Damayanti, saat ditemui di Kantornya, Kamis, (20/2/25).

Melalui program ini, petani yang mengalami gagal tanam atau gagal panen dapat memperoleh kompensasi atau ganti rugi sebesar Rp7 juta per hektar. Dinas Pertanian Lombok Barat sendiri menargetkan sebanyak 3.000 hektar lahan pertanian dapat diasuransikan. Namun, hingga saat ini, tingkat partisipasi petani masih sangat minim, yakni baru mencapai sekitar 10 persen dari target.

"Padahal kami terus melakukan sosialisasi terkait asuransi pertanian. Tapi ya, hanya 10 persen saja yang mau ikut," jelasnya.

Damayanti menilai rendahnya minat petani disebabkan oleh keyakinan bahwa mereka jarang mengalami gagal panen. Namun, ia mengingatkan bahwa faktor alam seperti kekeringan atau banjir bisa terjadi kapan saja tanpa diduga.

"Terutama daerah-daerah yang rawan bencana kekeringan dan banjir yang terus kita imbau untuk ikut asuransi usaha pertanian. Untuk daerah kekeringan di Lombok Barat, seperti Kuripan, Kediri, Mareje, Lembar, dan Sekotong. Sementara wilayah yang rawan banjir, seperti yang terlihat kemarin, ada di Labuapi, Kuripan, Kediri, Lembar, dan Sekotong," papar Damayanti.

Ia juga menyebutkan bahwa wilayah Narmada cenderung aman dari kekeringan karena ketersediaan air yang melimpah setiap musim tanam, sehingga hasil panen di daerah tersebut relatif stabil.

"Namun, risiko alam itu tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Untuk itu, kami tetap mengajak seluruh petani, terutama yang berada di wilayah rawan bencana, untuk melindungi usaha pertaniannya melalui asuransi ini," pungkasnya.

Melalui upaya ini, Dinas Pertanian Lombok Barat berharap semakin banyak petani yang sadar akan pentingnya perlindungan usaha tani, guna mengurangi risiko kerugian dan menjaga ketahanan pangan daerah. (F3)

Ket. Foto:
Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Lombok Barat, Damayanti Widyaningrum, SP. M.Si. ()

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Car Free Nite di Taman Kota Gerung Tetap Ramai Meski Cuaca Gerimis

Lombok Barat - Langkah Pemerintah Daerah Lombok Barat dalam meramaikan Kota Gerung melalui Car Free Nite (CFN) Gerung berjalan sukses. Hal tersebut terlihat pada...

Gugatan Prof Hamsu Kandas, PTUN Nyatakan Keputusan Rektor Unram Sah

Mataram  – Universitas Mataram (Unram) memenangkan gugatan tata usaha Tim Hukum Unram, Dr. Muhaimin, SH., M.Hum yang diajukan Prof Hamsu Kadryan terhadap Rektor Unram. Putusan...

Jamkrindo-Kejaksaan-Pemprov NTB Kolaborasi Wujudkan Keadilan Restoratif Lewat Pelatihan dan Pendampingan 

Mataram - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) memperkuat komitmennya dalam mendukung program keadilan restoratif melalui kolaborasi bersama Kejaksaan RI dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara...

Danrem 162/WB Apresiasi Percepatan Pembangunan Jembatan TMMD di Desa Kalabeso 

Sumbawa -  Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjajsul Arief, S. Sos., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa...

Bawaslu NTB dan PWI Bersinergi Tingkatkan Literasi Politik Publik

Mataram - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB dan insan pers untuk bersama-sama memperkuat literasi...