Komisi IV DPRD NTB Soroti Progres Jalan Lunyuk – Lenangguar,  Fahrudin:  Harus Tuntas Sesuai Target

Mataram – Komisi IV DPRD NTB melakukan pemeriksaan langsung terhadap progres pembangunan jalan Lenangguar, Lunyuk, Kabupaten Sumbawa beberapa waktu lalu.  Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan proyek senilai Rp19 miliar tersebut berjalan sesuai regulasi, kontrak, serta target penyelesaian yang telah ditetapkan.

Anggota Komisi IV, Fahrudin, menyampaikan, dari hasil peninjauan lapangan, ia memastikan pekerjaan masih berjalan dalam koridor aturan, meski terjadi pergantian pelaksana di internal perusahaan kontraktor.

“Benderanya tetap sama, hanya orangnya yang berbeda. Secara administrasi dan kontrak masih dalam perusahaan yang sama,” ujarnya  Fahrudin yang akrab disapa Rob, saat diwawancara usai mengikuti Rapat Paripurna di Kantor Gubernur NTB, Senin (27/04/2026).

Rob menilai, kualitas pekerjaan cukup baik. Pihak kontraktor, lanjutnya, telah menyampaikan komitmen untuk menuntaskan proyek paling lambat 20 Mei 2026.

“Pertama, pengerjaannya sudah bagus. Kedua, mereka sudah berjanji bahwa 20 Mei 2026 sudah tuntas,” tegasnya.

Ia menyebut tenggat waktu tersebut masih realistis. Bahkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) disebut telah memastikan pekerjaan akan rampung sebelum batas waktu itu. “Saya pikir waktunya cukup. PK-nya juga sudah saya tanyakan, sebelum 20 Mei itu sudah rampung semuanya,” jelasnya.

Meski progres dinilai positif, Komisi IV tetap memberikan sejumlah catatan. Rob menegaskan agar pelaksana baru bekerja lebih serius, mengingat jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Lunyuk dan pengguna jalan lainnya di NTB. “Pekerja yang baru harus serius. Kasihan masyarakat di Lunyuk yang sudah lama menunggu,” katanya.

Rob juga mengingatkan sanksi tegas bisa dijatuhkan apabila proyek kembali mengalami keterlambatan seperti sebelumnya. “Kalau memang tidak selesai sesuai komitmen, pidanakan saja,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa proyek ini menggunakan anggaran negara sebesar Rp19 miliar sehingga pengerjaannya tidak boleh main-main. “Anggaran negara sudah begitu besar, Rp19 miliar. Ini kebutuhan masyarakat Lunyuk. Jalur ini sudah cukup bagus, tinggal dirampungkan,” ujarnya.

Adapun kendala utama yang disampaikan kontraktor adalah faktor cuaca. Namun menurutnya, hal tersebut tetap menjadi risiko yang harus diantisipasi sejak awal oleh penyedia jasa.

“Ketika mereka menang tender, harus siap dengan segala resiko, termasuk cuaca. Itu menjadi tanggung jawab penerima proyek,” tegasnya.

Komisi IV DPRD NTB memastikan akan terus mengawal proyek tersebut hingga tuntas sesuai target. Konsekuensi hukum, lanjut Rob, harus jelas apabila terjadi wanprestasi atau keterlambatan yang merugikan masyarakat.

“Kami dari Komisi IV sudah mengingatkan itu. Konsekuensi hukumnya harus jelas,” pungkasnya.

Sebagai bentuk komitmen pengawasan, Komisi IV DPRD NTB memastikan akan terus memantau progres pembangunan hingga proyek jalan Lenangguar benar-benar rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Fahrudin menegaskan, pihaknya tidak ingin ada lagi penundaan yang merugikan publik, mengingat infrastruktur tersebut menjadi akses vital bagi mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi daerah. (F*)

Ket. Foto:

Anggota Komisi IV DPRD NTB, Fahrudin. (/fit)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

FKJP Jepang NTB Dorong Aksi Nyata NTB Makmur Mendunia Lewat Program Magang Jepang

Mataram - Visi NTB Makmur Mendunia yang diusung Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, terus diterjemahkan ke dalam langkah-langkah nyata di tengah masyarakat....

PLN Pastikan Listrik Andal di Puncak HUT ke-80 Kabupaten Lombok Tengah

Lombok Tengah – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) sukses menjaga keandalan pasokan listrik selama puncak perayaan Hari Ulang...

Program MBG Akan Menjamin Setiap Anak Memperoleh Asupan Gizi Seimbang

Mataram - Sosialisasi dalam rangka mendukung program MBG terus dilakukan oleh Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah kali...

Bank NTB Syariah Perkuat Ekonomi Daerah, Fokus pada Penyaluran Pembiayaan Produktif dan KUR di Tahun 2026

Mataram - Mengawali tahun 2026, PT Bank NTB Syariah menegaskan langkah strategis untuk kembali ke "Khittah" atau landasan perjuangan awal sebagai penggerak ekonomi daerah....

Wamendagri Bima Arya Kunjungi Lombok Barat

Lombok Barat - Kerja Nyata yang dilakukan oleh Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha (UNA)...