LAK-LAK CERIA, Inovasi Kuliner Ramah Lingkungan yang Lestarikan Cita Rasa Khas Lombok

Mataram – Pelestarian lingkungan dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Hal tersebut dibuktikan melalui inovasi LAK-LAK CERIA (LestariAdaptifKreatif – Limbah KayuCita Rasa Autentik) yang dikembangkan oleh usaha Serabi Lak-Lak khas Inaq Ghaziya di Jalan Pacu Gang Dinas Nomor 3Kebon Bawak Nurul YaqinPejerukAmpenanKota Mataram.

Inovasi ini memanfaatkan limbah kayu yang tersedia di lingkungan masyarakat sebagai bahan bakar tungku tradisional dalam proses pembuatan serabi lak-lak. Selain membantu mengurangi limbah yang terbuangpemanfaatan kayu sisa tersebut juga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung konsep usaha yang ramah lingkungan.

Keunikan Lak-Lak khas Inaq Ghaziya terletak pada proses memasaknya yang tetap mempertahankan teknik heritage cooking atau teknik memasak warisan leluhur menggunakan tungku tradisional khas Lombok. Metode ini menghasilkan aroma khas dari pembakaran kayu yang sulit diperoleh melalui penggunaan kompor modern.

Aroma alami dari tungku kayu tersebut menjadi salah satu faktor yang menciptakan cita rasa autentik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Selain menghasilkan rasa yang lebih gurih dan khaspenggunaan tungku tradisional juga menjadi upaya menjaga identitas kuliner lokal di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi sektor kuliner.

Melalui LAK-LAK CERIAserabi lak-lak tidak hanya hadir sebagai makanan tradisionaltetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya Lombok yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Program ini memberikan berbagai manfaatmulai dari mengurangi penumpukan limbah kayu di lingkungan sekitarmendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutanhingga mempertahankan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Lombok. Di sisi laininovasi tersebut juga meningkatkan nilai ekonomi produk kuliner tradisional sekaligus membuka ruang edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai guna.

Melalui LAK-LAK CERIASerabi Lak-Lak khas Inaq Ghaziya menunjukkan bahwa usaha mikro mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kualitas produktetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan pelestarian budaya. Inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan cita rasa autentik yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Kantongi Mayoritas Dukungan, Baehaqi Resmi Daftar Ketua PSSI NTB

Mataram -  Baehaqi resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Asprov PSSI NTB pada hari terakhir pendaftaranSabtu (29/11). Ia menjadi sosok pertama yang menyerahkan berkas...

PLN UIW NTB Perkuat Semangat Kemerdekaan ke-81, Srikandi UP3 Sumbawa Pastikan Kesiapan Material untuk Listrik Andal 

Sumbawa Besar – Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB) terus memperkuat kontribusi insan PLN...

Perluas Akses Keadilan dari Desa, KAI Luncurkan Gerakan 1.000 Paralegal Dimulai dari NTB

Mataram - Kongres Advokat Indonesia (KAI/ADVOKAI) memulai langkah strategis memperluas akses keadilan bagi masyarakat melalui peluncuran Gerakan 1.000 Paralegal yang diawali di Nusa...

Cerita Masyarakat yang Manfaatkan Layanan Pertanahan Terbatas di Libur Idulfitri

Jombang - Layanan pertanahan terbatas tetap dibuka selama libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 H. Sejumlah masyarakat memanfaatkan kesempatan ini...

Komitmen Lindungi Masyarakat, BBPOM di Mataram Intensifikasi Pengawasan Kosmetik

Mataram - Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia menggelar kegiatan serentak Intensifikasi Pengawasan Kosmetik pada...