Mataram – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB dan insan pers untuk bersama-sama memperkuat literasi dan pendidikan politik kepada masyarakat.
Ketua Bawaslu NTBItratif, mengatakan meski saat ini belum ada tahapan pemilu maupun pilkadanamun literasi dan pendidikan politik tetap terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran politik kepada masyarakat.
“Media massa memiliki peran krusial dalam menentukan arah demokrasikhususnya dalam memberikan kesadaran dan literasi politik kepada masyarakat,” ujarnya saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PWI NTB di Kantor PWI NTB di MataramSenin(11/5).
Ia menegaskan pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh ilmu pengetahuantetapi juga membentuk karakterintegritasserta tanggung jawab sebagai warga negara.
“Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang cerdaskritisdan memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi,” tegas Itratip.
Itratip juga menegaskan Bawaslu NTB tengah berupaya meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi mudamelalui kegiatan edukasi pengawasan partisipatif khususnya di kalangan pelajar.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Melalui pendekatan edukatif dan interaktifpara siswa diajak memahami pentingnya pendidikanliterasi demokrasiserta peran aktif masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia,” ujarnya didampingi jajaran komisioner dan sekretariat Bawaslu NTB.
Menurutnyagenerasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan demokrasi bangsa. Oleh karena itupeningkatan literasi demokrasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan dan penyelenggara pemilutermasuk juga dengan organisasi pers maupun media massa.
“Kami mengapresiasi peran organisasi pers (PWI) termasuk organisasi pers lainnya dan media massa dalam membantu kerja-kerja Bawaslu dalam melakukan pengawasan dan memberikan pemahaman politik kepada masyarakat,” katanya.
Sementara Ketua PWI NTBAhmad Ikliluddinmenyampaikan apresiasi atas ajakan Bawaslu NTB dalam memperkuat pemahaman dan literasi politik terhadap masyarakat. BahkanPWI siap membantu Bawaslu dalam membentuk masyarakat yang lebih sadar politik dan mampu menyaring informasi di tengah arus berita yang masif.
“Ini bertujuan memperkuat pemahaman publik terhadap isu politiketika persserta meminimalisir dampak berita bohong,” ujarnya.
Selain ke publikPWI sendirikata Ikliluddinjuga fokus pada peningkatan kompetensi wartawan agar dapat menghasilkan berita yang tidak hanya informatif tetapi juga edukatif (literasi) bagi masyarakat di tengah banjirnya arus informasi khususnya flatform media sosial.
Bahkansebagai organisasi persPWI siap ikut andil dalam bekerjasama bidang peran partisipasisosialisasiedukasi dan literasi yang bertujuan dalam mencerdaskan masyarakat pemilih.
“Pers memiliki peran strategis dalam menginformasikan masyarakat melalui karya jurnalistik yang memberi harapan dan optimismebaik kepada pemerintah maupun masyarakat. Termasukdalam membangun iklim demokrasi yang sehat di NTB,” tegas Ikliluddin.
Dengan semangat kolaborasi Bawaslu NTB dan PWI dalam memberikan edukasi politik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan literasi politik masyarakat. (F*)
Ket. Foto:
Jajaran Pengurus PWI NTB menerima Silaturahmi Ketua Bawaslu NTB dan jajarannya di Sekretariat PWI NTB. (Ist)

