Komisi V DPRD NTB Respons Cepat Dugaan Jamaah Umrah Terlantar di Madinah

Mataram – Komisi V DPRD NTB menyatakan keprihatinan atas kabar jamaah umrah asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilaporkan terlantar di Madinah, Arab Saudi. Menyikapi informasi yang viral di media sosial tersebut, Komisi V langsung memanggil pihak Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) NTB untuk meminta klarifikasi.

Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Sudiartawan, menegaskan pihaknya telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kanwil Kemenhaj NTB sebagai bentuk respons cepat terhadap keresahan masyarakat.

“Sudah kita panggil Kanwil Kemenhaj. Beliau juga sudah memanggil pihak penyelenggara umrah terkait untuk dimintai penjelasan. Yang jelas, kami Komisi V sangat prihatin dengan kondisi tersebut dan langsung merespons dengan melakukan RDP,” ujarnya, saat dikonfirmasi, pada Selasa, 7 April 2026.

Dalam pertemuan itu, Komisi V meminta Kanwil Kemenhaj NTB memastikan perlindungan dan penanganan maksimal terhadap jamaah yang terdampak. Selain itu, komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat tersebut juga mendorong penelusuran tanggung jawab pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Komisi V turut menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap biro perjalanan umrah agar kejadian serupa tidak terulang. Evaluasi menyeluruh terhadap aspek perizinan dan kepatuhan penyelenggara menjadi salah satu poin yang dibahas dalam RDP.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, TGH Pantopo Adnan, menyampaikan penjelasan yang diterimanya dari Kanwil Kementerian Haji dan Umrah terkait kondisi jamaah yang sempat viral karena diduga terlantar di Madinah.

Menurutnya, berdasarkan keterangan Kanwil, masa tinggal jamaah di hotel sebelumnya memang telah berakhir, seiring adanya perubahan jadwal kepulangan.

“Memang masa tinggal di hotel tersebut telah habis terkait jadwal pulang yang berubah. Yang viral itu jamaah duduk di luar karena sedang menunggu informasi hotel yang akan ditempati berikutnya, tetapi keburu viral,” jelasnya di tempat  terpisah.

Ia menambahkan, sesuai informasi dari Kementerian Haji dan Umrah, jamaah umrah asal NTB tersebut saat ini dalam proses pemulangan ke daerah asal secara bertahap.

“Masih menurut Kementerian Haji dan Umrah, jamaah tersebut dalam proses pemulangan secara bertahap,” tambahnya. (F*)

Ket. Foto:

Kiri – kanan : Ketua dan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Sudiartawan dan TGH. Pantopo Adnan. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Komisi I DPRD NTB Desak Pemprov Beri Kepastian Nasib 518 Honorer Gagal CPNS

Mataram - Komisi I DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Asosiasi Honorer Non-Database BKN Gagal CPNS 2024 Wilayah NTB,...

Mentan Tetapkan NTB Sentra Bawang Putih, Gubernur Tegaskan Komitmen  Ketahanan Pangan Nasional

Lombok Timur  — Pemerintah Pusat mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pusat produksi bawang putih nasional guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Penegasan tersebut...

Bupati Lobar dan DPD RI Bahas Penyelesaian Sengketa Tanah di Buwun Mas

Lombok Barat – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha menerima kunjungan anggota Komite I DPD...

PWI NTB : Pemanggilan Tujuh Media Bentuk Pembungkaman Kerja Jurnalistik 

Mataram - Langkah Polres Sumbawa yang telah melakukan pemanggilan klarifikasi pada tujuh media di Provinsi NTB, menuai kecaman Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB.Hal itu...

Rapat Paripurna DPRD NTB, Pj Gubernur Sampaikan LKPJ Tahun 2024

Mataram - Dalam Rapat Paripurna DPRD NTB yang digelar pada Senin, (20/1/2025), Penjabat Gubernur NTB Hassanudin, menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir masa jabatan Penjabat...