Gubernur NTB Dorong Percepatan RUU Daerah Provinsi Kepulauan

Jakarta – Badan Kerja Sama Provinsi Kepulauan (BKSPK) menggelar High Level Meeting (HLM) untuk mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Provinsi Kepulauan agar segera masuk ke Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Pertemuan strategis tersebut berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, di Hotel Sari Pacific.

HLM dihadiri para gubernur anggota BKSPK, yakni Gubernur Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Gubernur Papua Barat Daya. Para kepala daerah hadir didampingi pimpinan perangkat daerah terkait.

Pertemuan ini menjadi forum konsolidasi untuk merumuskan langkah bersama mempercepat pembahasan RUU Daerah Provinsi Kepulauan yang telah diperjuangkan selama 14 tahun. RUU tersebut diharapkan menjadi payung hukum khusus bagi provinsi kepulauan, mengingat karakteristik geografis dan tantangan pembangunan yang berbeda dengan daerah daratan.

RUU Daerah Provinsi Kepulauan dinilai strategis sebagai bentuk kontribusi daerah kepada negara sekaligus menghadirkan peran negara secara lebih adil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan. Momentum ini kian menguat seiring adanya political will pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam forum tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal atau Miq Iqbal, menyampaikan agar seluruh provinsi yang memenuhi kriteria sebagai daerah kepulauan dalam draf RUU dapat diundang dan dilibatkan secara menyeluruh. Menurutnya, pelibatan tersebut penting untuk membangun kemauan kolektif dalam memperjuangkan pengesahan undang-undang dimaksud.

Miq Iqbal menegaskan bahwa perjuangan RUU Daerah Provinsi Kepulauan bukan bertujuan untuk meminta penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat. 

“Yang kita butuhkan adalah pengakuan atas karakteristik daerah kepulauan, sehingga kita diberikan kewenangan, sumber daya, dan peralatan yang memadai untuk mengelola potensi kelautan dan kemaritiman demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memasukkan perspektif pertahanan negara dalam draf RUU tersebut, khususnya bagi provinsi kepulauan yang berada di wilayah perbatasan. Menurutnya, posisi geografis daerah kepulauan memiliki nilai strategis dalam sistem pertahanan negara dan harus menjadi salah satu daya tawar utama dalam pembahasan regulasi.

Untuk memperkuat perjuangan pengesahan RUU, Gubernur NTB mendorong pembangunan kesadaran publik secara luas dengan melibatkan seluruh elemen daerah. Upaya tersebut mencakup peran DPRD provinsi dan kabupaten/kota melalui jalur partai politik, para bupati dan wali kota, hingga unsur masyarakat sipil.

“Dengan dukungan bersama, perjuangan panjang menghadirkan Undang-Undang Daerah Provinsi Kepulauan akan memiliki kekuatan politik dan sosial yang jauh lebih solid,” pungkasnya. (F*)

Ket. Foto: Kegiatan High Level Meeting (HLM) Badan Kerja Sama Provinsi Kepulauan (BKSPK). (Ist)

Sumber: Diskominfotik NTB

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Karate Piala Kapolri 2026 Digelar Juni di Tangerang, Ribuan Atlet Siap Tanding

Jakarta – Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026, siap digelar pada 25–28 Juni 2026 di GOR Nambo Jaya Sport Center, Kota Tangerang. Event ini masuk...

Dinas Kominfotik NTB Dorong Integrasi Digital Lewat Pemanfaatan Aplikasi Daerah 

Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) menggelar Workshop Pemanfaatan Aplikasi Daerah yang mencakup pengenalan dan...

Dua Peserta Tai Chi Asal Jawa Timur Raih Juara Dua Perorangan di Fornas VIII NTB 

Mataram -  Prestasi membanggakan diraih dua peserta asal Jawa Timur dalam pertandingan Induk Olahraga (Inorga) Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) di ajang...

Baiq Isvie Ungkap Kiprah dan Pengabdian Hj. Sari Yuliati untuk NTB

Mataram - Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, menyampaikan pandangannya terkait kiprah dan pengabdian Hj. Sari Yuliati untuk masyarakat NTB....

Dugaan Diskriminasi Wartawan di Pemda Lombok Barat, Organisasi Pers Desak Evaluasi

Lombok Barat – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Barat (Lobar) menjadi sorotan sejumlah pemilik media dan organisasi wartawan menyusul dugaan praktik diskriminasi dalam pelibatan jurnalis...