Kadis Kominfotik NTB Sebut Sewa Mobil Listrik untuk Randis Menghemat Anggaran dan Benahi Tata Kelola 

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  mengambil langkah strategis dengan menerapkan kebijakan sewa mobil listrik untuk kendaraan dinas. Kebijakan ini, menurut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, H. Yusron Hadi, S.T., M.UM.,  dilandasi dua pertimbangan utama, yakni efisiensi anggaran dan perbaikan tata kelola kendaraan dinas.

Yusron menjelaskan bahwa kondisi APBD 2026 sedang menghadapi tekanan signifikan, terutama akibat menurunnya dana transfer ke daerah. Situasi ini mengharuskan pemerintah provinsi mencari langkah-langkah inovatif agar anggaran tetap mampu menopang target pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam RPJMD.

“Pemprov harus memastikan APBD kita tetap survive. Karena itu, efisiensi belanja operasional, termasuk pengelolaan kendaraan dinas, menjadi langkah penting yang sudah lama masuk dalam catatan evaluasi APBD,” ujarnya dalam keterangannya, Senin, (01/12/25).

Lebih detail Kadis Kominfotik NTB memaparkan, biaya pemeliharaan kendaraan dinas selama ini mencapai sekitar Rp19 miliar per tahun,  ditambah belanja modal pengadaan kendaraan baru yang berkisar Rp9-14 miliar pertahun.  Artinya, total kebutuhan anggaran untuk kendaraan dinas mencapai Rp28-33miliar setiap tahun. 

“Dengan skema sewa mobil listrik, kebutuhan anggaran tersebut dapat ditekan menjadi sekitar Rp25 miliar.Artinya ada penghematan miliaran rupiah yang bisa dialihkan untuk membiayai program strategis dan unggulan daerah,” jelas Yusron.

Selain efisiensi, lanjutnya, kebijakan ini sekaligus menjadi solusi atas persoalan lama terkait tata kelola kendaraan dinas. BPK secara bertahun-tahun memberikan catatan dan rekomendasi mengenai penataan randis yang dinilai belum optimal. Melalui skema sewa ini, sebagian besar kendaraan lama akan dihapus sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kebijakan ini tidak hanya mengefisiensikan anggaran, tetapi juga merapikan tata kelola randis sekaligus menindaklanjuti temuan BPK. Penghapusan randis lama juga berpotensi menghasilkan pendapatan bagi daerah,” urainya.

Lebih jauh, penggunaan mobil listrik dipandang sejalan dengan komitmen NTB dalam mendukung program energi bersih. “Ini bukan hanya soal efisiensi dan tata kelola, tetapi juga pernyataan sikap bahwa NTB berpihak pada pembangunan yang ramah lingkungan. Mobil listrik adalah bagian dari upaya mendorong blue energy di daerah kita,”  pungkas Yusron. (F3)

Ket. Foto:

Kepala Dinas Kominfotik NTB, H. Yusron Hadi, S.T., M.UM., (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Pegawai Kantor Pertanahan Kota Mataram Ikut Ambil Bagian dalam Transformasi Pelayanan ATR/BPN

Mataram -  Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pelayanan publik yang profesional dan terpercaya melalui penyelenggaraan...

Ketua PMI Lobar Terpilih Haris Karnaen Bertekad Kembalikan Fungsi Relawan

Lombok Barat - Ketua Terpilih Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Barat Haris Karnaen mengaku akan mengembalikan tugas dan bukan fungsi relawan sebagai mestinya setelah...

Lima Kloter Tuntas Dipulangkan, 1.963 Jemaah Haji NTB Tiba dengan Selamat

Mataram - Proses pemulangan jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat terus berjalan lancar. Hingga saat ini, Embarkasi Lombok telah menerima kedatangan ribuan ...

Kementerian ATR/BPN Gelar Bazar Ramadan 1447 H

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyelenggarakan Bazar Ramadan 1447 H, di lapangan Kementerian ATR/BPN, Jakarta pada Kamis (05/03/2026). Membawa...

Kapolda NTB Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bareng Insan Pers

Mataram — Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si. menggelar pembagian takjil dan buka puasa bersama Insan Pers, yang berlangsung di Gedung Sasana...