FPKS Setuju Revisi UU PPSK, Abdul Hadi: Harus Jadi Regulasi Penguat Ekonomi Nasional

Jakarta – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI menyatakan persetujuannya terhadap revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK). Meski begituFPKS menegaskan bahwa regulasi ini harus menjadi payung hukum yang benar-benar mampu memperkuat perekonomian nasional dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Dapil NTB II (Pulau Lombok) sekaligus Anggota Badan AnggaranH. Abdul HadiSE.MM.dalam penyampaian pendapat akhir Fraksi di Rapat Paripurna DPR RI menyatakan bahwa revisi UU PPSK tidak boleh sekadar menjadi tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusitetapi harus menjawab tantangan fundamental sektor keuangan nasional. “Revisi UU PPSK ini harus menjadi regulasi yang membentuk perekonomian nasional yang tangguhberkelanjutandan sejalan dengan cita-cita keadilan sosial sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945,” tegas Abdul HadiKamis(02/10/2025)

PKS menilai bahwa penguatan sektor keuangan harus dibarengi dengan sinergi penegakan hukum yang lebih baikkhususnya koordinasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kepolisian. Hal ini penting untuk memastikan tindak pidana di sektor jasa keuangan dapat ditangani dalam kerangka integrated criminal justice system yang transparan dan akuntabel.

Selain ituPKS juga menekankan pentingnya mempertegas independensi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui mekanisme persetujuan DPR. Dengan cara iniLPS diharapkan tetap independen namun tetap berada dalam pengawasan publik melalui fungsi checks and balances. PKS juga mengingatkan agar perluasan mandat LPS dalam penjaminan polis asuransi tidak membebani APBNsekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat terhadap dana yang mereka simpan maupun investasikan.

Tak hanya ituPKS mendorong agar revisi UU PPSK juga memberi ruang bagi penguatan ekonomi syariah. Fraksi menilai perlu adanya langkah serius untuk mempercepat literasi dan akses keuangan syariahtermasuk memperkuat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjadi Badan Ekonomi dan Keuangan Syariah sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Fraksi PKS menyatakan setuju atas pengesahan revisi UU PPSK menjadi Undang-Undang. PKS berharap regulasi ini tidak hanya menjadi pelengkaptetapi benar-benar menjadi fondasi kuat dalam reformasi sektor keuangan nasional sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomimenciptakan lapangan kerjaserta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (###)

Ket. Foto:

Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Dapil NTB II (Pulau Lombok) sekaligus Anggota Badan AnggaranH. Abdul Hadimenyerahkan pendapat akhir FPKS kepada Ketua DPRD RI Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPRD RI. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Wabup UNA Ajak Baznas Lobar Kelola Zakat Secara Profesional untuk Turunkan Kemiskinan

Lombok Barat - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Barat harus mengelola ZakatInfaq dan Sedekah dengan profesionalakuntabel dan Transparan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil...

Musda VI PKS Lombok Timur Meriah, Abdul Hadi Bagikan Sembako untuk Warga Lombok

Lombok Timur – Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lombok Timur berlangsung semarak dengan menghadirkan rangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat....

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Jakarta - Menanggapi pertanyaan wartawan terkait isu yang saat ini berkembangWakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN)Ossy Dermawanmenegaskan...

Tiga Calon Rektor Unram Ditetapkan, Prof Ali Yakini Mendiktisaintek Akan Pilih Figur Memiliki Kapasitas

Mataram - Sebanyak tiga Calon Rektor Unram Periode 2026–2030diusulkan Senat kepada Menteri Pendidikan TinggiSainsdan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia.Tiga rektor yang diusulkan itu menyisihkan dua...

Judi Online Lintas Negara Jadi Sasaran, Komdigi dan Polri Perkuat Kerja Sama

JAKARTA – Pemerintah memperkuat upaya pemberantasan judi daring lintas negara dan penipuan digital yang meresahkan masyarakat.Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bertemu jajaran Polri...