RPJMD NTB 2025-2029 Pondasi Awal Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Mataram – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Gita Ariadi, menyatakan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pedoman utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, penyusunannya harus inklusif dan partisipatif sekaligus pondasi awal untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

NTB telah menetapkan visi NTB Emas 2045 melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2024 tentang RPJPD 2025-2045, dengan tujuan mewujudkan NTB sebagai Provinsi Kepulauan yang Maju, Kuat, Aman, Berkelanjutan dan Sejahtera.

Agar dokumen RPJMD dapat berjalan sesuai rencana, maka proses penyusunannya harus partisipatif, dimulai dari OPD. Pembahasan di perangkat daerah harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal, agar mampu menjawab isu dan tantangan saat ini.

"Saya berharap agar para kepala OPD memberikan data informasi yang akurat sehingga menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas kedepannya sehingga mampu menampung aspirasi masyarakat," ucap Miq Gita sapan akrabnya, dalam rapat yang berlangsung di ruang kerja Sekda NTB , Rabu (9/4/2025).

Sementara itu, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri menetapkan visi pembangunan NTB 2025-2029, yaitu "NTB Bangkit Bersama Menuju Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia”.

Untuk mencapai visi tersebut, tiga isu utama menjadi prioritas pembangunan lima tahun ke depan, yaitu pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan NTB sebagai destinasi wisata dunia.

"Fokus utama pada kemiskinan, mendukung swasembada pangan dan menjadikan destinasi wisata internasional yang berkualitas," jelas Miq Gita.

Kepala Bappeda NTB Dr. H. Iswandi mengungkapkan, tantangan Pemerintah Provinsi dalam menyusun RPJMD, yakni bagaimana mengubah pola pikir dari budgeting oriented menjadi program oriented sebagai solusi untuk mengatasi berbagai persoalan pembangunan.

"Kita harus menguatkan kualitas dokumen dengan menyiapkan program yang memang strategis dan menjadi solusi atas berbagai persoalan pembangunan," jelasnya. (F3)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Wamen Ossy Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana

Bali - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional yang...

Lima Atlet ULD Kaltim Unggul di Fornas VIII NTB 2025

Mataram - Provinsi Kalimantan Timur unggul dalam Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Universal Line Dance (ULD) pada ajang Fornas VIII NTB  yang berlangsung di Venue...

Fun Walk Sukses Gerakkan Ekonomi Lobar

Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat secara rutin menggelar kegiatan Fun Walk atau jalan sehat Car Free Nite (CFN). Pada pelaksanaan Fun Walk...

Pengukuhan DWP, Wabup UNA : Mari Bersinergi Mewujudkan Lombok Barat Sejahtera Dari Desa

Lombok Barat - Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lombok Barat mengikuti acara pengukuhan ketua dan pengurus DWP Kabupaten dan Kota masa bakti 2024-2029, di Ruang...

Polda NTB Luncurkan Layanan Sentral Penanganan Dumas Terpadu

Mataram - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) resmi meluncurkan layanan Sentral penanganan dumas terpadu (Sepadu) sebagai wujud komitmen dalam mewujudkan transparansi dan...