Mataram – Dosen Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL) MataramTaufik AbdullahS.Si.M.T.resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) Cabang Nusa Tenggara Barat periode 2026–2030. Penetapan dilakukan secara musyawarah mufakat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) IATPI NTB yang digelar di Aula Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi NTBKamis (2/7/2026).
Proses pemilihan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Sidang Muscab dipimpin Kepala Balai Penataan BangunanPrasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi NTBDades PrinandesS.T.M.Si.yang memastikan seluruh tahapan persidangan berjalan tertibdemokratisdan sesuai ketentuan organisasi.
Muscab dihadiri anggota IATPI NTB dari berbagai unsurmulai dari instansi pemerintahakademisikonsultandunia usahahingga praktisi teknik lingkungan. Selain menetapkan ketua baruforum tersebut juga menjadi ajang evaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus merumuskan arah organisasi dalam menghadapi tantangan pembangunan sektor lingkungan di Nusa Tenggara Barat.
Dalam sambutannyaTaufik Abdullah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota. Ia menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan memprioritaskan penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM)memperluas kolaborasi lintas sektorserta memperkuat posisi IATPI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur lingkungan yang berkelanjutan.
“IATPI NTB harus menjadi organisasi yang tidak hanya aktif menyelenggarakan seminar atau pelatihantetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan daerah melalui kajian ilmiahrekomendasi teknispeningkatan kompetensi anggotaserta kolaborasi dengan pemerintahperguruan tinggidan dunia usaha,” ujarnya.
Menurut TaufikNTB saat ini masih menghadapi tiga tantangan utama di bidang teknik lingkunganyakni penyediaan air minum yang aman dan berkelanjutanpengelolaan air limbah domestikserta pengelolaan persampahan. Ketiga sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan derajat kesehatan masyarakat.
Ia menjelaskan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah menginvestasikan anggaran besar untuk membangun berbagai infrastruktur lingkunganseperti Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Namunmenurutnyamasih terdapat sejumlah infrastruktur yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Permasalahan tersebut sering kali bukan karena kurangnya pembangunan infrastrukturmelainkan belum optimalnya kompetensi sumber daya manusia yang mengelolanya. Infrastruktur telah dibangun dengan baiktetapi apabila pengelolanya belum memiliki kemampuan yang memadai dalam mengoperasikanmemeliharadan mengembangkannyamaka manfaat infrastruktur tidak akan maksimal dan keberlanjutannya sulit terjaga,” jelasnya.
Karena ituTaufik menilai IATPI NTB perlu mengambil peran lebih strategis sebagai organisasi profesi yang menjadi pusat pengembangan kompetensi teknik lingkungan di daerah.
“Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah daerahperguruan tinggidunia usahadan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kompetensi para pengelola infrastruktur lingkungan melalui pelatihansertifikasi profesiforum ilmiahpendampingan teknisserta transfer pengetahuan. Ketika SDM pengelola memiliki kompetensi yang baikmaka infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimalmemberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakatdan mampu beroperasi secara berkelanjutan,” tegasnya.
Selain pengembangan kompetensikepengurusan baru juga berkomitmen memperkuat jejaring antaranggotamendorong budaya riset dan inovasiserta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah daerahperguruan tinggiorganisasi profesidan sektor swasta.
Melalui kepengurusan baruIATPI Cabang NTB diharapkan semakin adaptifinovatifdan berdaya saing dalam mendukung pembangunan sektor air minumsanitasidan persampahan. Organisasi ini juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan Nusa Tenggara Barat yang sehattangguhdan berkelanjutan.
“Kami ingin IATPI NTB dikenal bukan hanya karena organisasinyatetapi karena kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat dan pemerintah daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusiapenguatan profesiserta solusi terhadap berbagai persoalan teknik lingkungan,” tutup Taufik.


