Mataram — Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB kembali menorehkan hasil signifikandalam memberantas peredaran gelap narkotika. Dalam konferensi persRabu (20/8/2025)Direktur Resnarkoba Polda NTBKombes Pol. Dr. Roman Smaradhana ElhajS.I.K.M.H.menyampaikan jika sepanjang Juli hingga Agustus 2025pihaknya berhasil mengungkap 12 kasus narkoba dengan 23 tersangkaterdiri dari 21 pria dan 2 wanita.
Barang bukti yang berhasil disita tidak main-main599,318 gram sabu dan 3.753,63 gram ganja. Sementara ituuntuk periode April hingga Agustus 2025Polda NTB telah mendapatkan penetapan pengadilan untuk memusnahkan 1,53 kilogram sabu33,6 kilogram ganjadan 298 butir ekstasi.
“Ini bentuk komitmen kita dalam memberantas peredaran gelap narkoba. Dukungan dari masyarakatwartawanBNNKejaksaanBalai POMBea Cukaidan instansi terkait lainnya sangat berarti sehingga hambatan dalam penegakan hukum semakin kecil,” ujar Kombes Pol. Roman.
Disebutkandari 12 kasus tersebutsetidaknya ada empat yang menonjol di antaranya di Kecamatan Praya BaratLombok Tengah (31 Juli 2025)tiga tersangka ditangkap setelah mengambil paket berisi 2,015 kg sabum yang dikirim dari Medan menggunakan jasa ekspedisi.
Keduadi Batu LayarLombok Barat (2 Agustus 2025)polisi menggagalkan peredaran 494 gram sabu yang diselundupkan dari Bali. Tersangka berperan sebagai kurir dengan upah Rp5 Juta. Ketiga penangkapan di Pelabuhan Lembar (3 Agustus 2025). Dua tersangka ditangkap dengan 92 gram sabu. Barang haram tersebut berasal dari jaringan antarprovinsi Madura–Bali–Lombok.
Sedangkan kasus menonjol keempat penangkapan di LingsarLombok Barat (12 Agustus 2025). Polisi menemukan 1,4 kg ganja saat melakukan penggeledahan di sebuah kebun durian.
Kombes Pol. Roman menegaskanpara pelaku dijerat dengan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana matipenjara seumur hidupatau minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.
“Tahun ini saja sudah ada 9 tersangka yang terancam pidana mati. Ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman hukumbagi siapa pun yang mencoba bermain-main dengan narkoba di NTB,” tegasnya.
Di akhir konferensi persKombes Pol. Roman menyampaikan pesan tegas kepada para tersangka. “Jadikan ini pengalaman pahit yang terakhir. Jangan lagi terjerumus menjadi pelaku peredaran gelap narkoba. Di NTBhukumannya sangat berat. Mari kita jaga generasi muda dan masa depan daerah ini bersama-sama,” pungkasnya.
Konferensi pers ini turut dihadiri perwakilan Kejati NTBKepala Balai Besar POM MataramBea Cukaiserta advokat dari para tersangka. (F2)
Ket. Foto:
Kegiatan Konferensi Pers pengungkapan kasus narkoba selama Juli-Agustus 2025 yang digelar Polda NTB. (Ist)

