Mataram – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanbun) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Rusunawa Montong AreKelurahan MandalikaKota MataramKamis (3/9/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangankhususnya pada peringatan Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diiringi peningkatan permintaan kebutuhan pokok masyarakat.
Mewakili Kepala Distanbun NTBKepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP)Irene SelvianiSP.MM.menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di kawasan pemukiman warga bertujuan agar masyarakat dapat mengakses bahan pangan murah secara langsung dan mudah.
”Kegiatan GPM ini dilaksanakan di Kelurahan Mandalikasalah satu kelurahan berdaya. Kami sengaja memilih lokasi yang langsung berada di kawasan pemukiman penduduk seperti Rusunawa Montong Are agar antusiasme dan akses warga semakin dekat,” ujar Irene di lokasi kegiatan.
Irene menjelaskanselama peringatan bulan Maulidbeberapa komoditas pangan mengalami kenaikan permintaan cukup tinggi di pasaran. Di antaranya adalah minyak goreng serta daging ayam rasyang menjadi komoditas paling banyak diburu oleh warga.
”Di GPM inikami mengusahakan komoditas seperti daging ayam tetap hadir. Harga daging ayam di sini dijual seharga Rp37.000 per kilogramjauh di bawah harga pasar yang saat ini mencapai Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram,” terangnya.
Melihat antusiasme warga yang tinggiPemprov NTB berkomitmen untuk terus hadir dalam mengawal ketersediaan panganterutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Setelah Kelurahan Mandalikarangkaian GPM selanjutnya dijadwalkan berlangsung di halaman Rumah Sakit MandalikaSengkolpada 5 September mendatang.
Di akhir penyampaiannyaIrene mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan mengonsumsi pangan sesuai kebutuhan.
”Kami berharap masyarakat tetap bijak berbelanjabelilah sesuai dengan kebutuhandan mari bersama-sama stop boros pangan,” pungkasnya.
Sementara ituLurah MandalikaLalu Heru NuryadinS.H.menyampaikan bahwa tingginya animo masyarakat tidak lepas dari publikasi masif yang dilakukan pihak kelurahan melalui media sosial jauh sebelum kegiatan berlangsung.
”Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Informasi kegiatan ini sudah kami publikasikan jauh hari melalui media sosial. Ternyata yang datang bukan hanya warga Rusunawatetapi juga masyarakat dari kelurahan sekitar seperti BabakanTuridahingga Bertais,” ujar Lalu Heru Nuryadin saat ditemui di lokasi kegiatan.
Heru menjelaskanbahan pokok yang paling diburu warga antara lain berasminyak gorengdan bawang merah. Meski wilayah Kelurahan Mandalika berada dekat dengan Pasar Induk Bertaiswarga tetap memilih berbelanja di program pangan murah ini karena terdapat selisih harga yang cukup signifikan dari harga pasar.
”Walaupun lokasi kami dekat dengan pasar indukmasyarakat sangat peka terhadap selisih harga. Beda harga sedikit sajawarga langsung berbondong-bondong datang. Ke depanjika ada kegiatan serupakami di tingkat kelurahan selalu siap untuk memfasilitasi,” tambahnya.
Sebagai salah satu wilayah padat penduduk di Kecamatan SandubayaKelurahan Mandalika mencatat jumlah penduduk mencapai 4.558 Kepala Keluarga (KK) dengan total 13.650 jiwa. Angka tersebut menempatkan Mandalika di urutan ke-4 terbanyak secara jumlah jiwa di wilayah Kota Mataram.
Melihat potensi demografi tersebutKelurahan Mandalika kini resmi masuk ke dalam program strategis Kelurahan Berdaya Transformatif yang digagas oleh Gubernur NTBLalu Muhamad Iqbalguna memperkuat ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat berbasis kelurahan.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan agenda berkala. Sebelumnyakegiatan serupa juga pernah digelar oleh Pemerintah Kota Mataram pada bulan Ramadan lalu untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat. (*)
Ket. Foto:
Foto bersama dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah Provinsi NTB di Rusunawa Montong AreKelurahan MandalikaSandubayaKota Mataram. (Ist)

