Tanah Pecatu 39 Are yang Disalahgunakan Oknum Kades Akhirnya Kembali ke Pemkab Lombok Barat

,Lombok Barat – Tanah pecatu seluas 3.900 meter persegi (39 are) di Desa Bagik Polak yang sempat disalahgunakan secara ilegal oleh oknum kepala desa akhirnya kembali menjadi aset Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Sertifikat tanah tersebut diserahkan Kejaksaan Negeri Mataram kepada Pemkab Lombok BaratRabu (5/8/2026)setelah melalui proses hukum.

Pengembalian aset itu menjadi langkah penting dalam upaya penyelamatan aset daerah sekaligus mempertegas komitmen pemerintah untuk menjaga aset negara dari penyalahgunaan.

Wakil Bupati Lombok BaratHj. Nurul Adhamenyampaikan apresiasi kepada Kejari Mataram yang telah mengawal proses hukum hingga aset tersebut berhasil dipulihkan.

Menurutnyakasus tersebut menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah untuk memperkuat penataan administrasi dan pengamanan aset agar kejadian serupa tidak terulang.

“Meski nilainya tidak terlalu besarini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar tidak ada lagi penyalahgunaan aset. Penataan dan pencatatan aset daerah harus terus diperbaiki,” ujarnya.

Tak hanya kembali menjadi milik pemerintahtanah pecatu tersebut juga disiapkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Pemkab Lombok Barat berencana memanfaatkan lahan itu melalui skema penyewaan kepada pihak ketiga sebagai salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Banyak aset daerah yang telah dimanfaatkan melalui skema sewa untuk menambah PAD. Informasi dari BPKADlahan ini juga sudah diminati calon penyewa,” kata Nurul Adha.

Ia berharap kerja sama antara Pemkab Lombok Barat dan Kejari Mataram terus diperkuatbaik dalam penyelamatan aset maupun pendampingan hukum terhadap berbagai program pembangunan sehingga seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan.

Sementara ituKepala Kejaksaan Negeri MataramGde Made Pasekmenegaskan pengembalian tanah pecatu tersebut merupakan bagian dari komitmen kejaksaan dalam mendukung penyelamatan aset milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Menurutnyapembenahan tata kelola aset di Lombok Barat masih menjadi pekerjaan yang harus terus dilakukan. Karena ituKejari Mataram melalui bidang pidana khususperdata dan tata usaha negara (Datun)serta intelijen terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap berbagai persoalan aset daerah.

“Fokus kami adalah pemulihan dan evaluasi aset agar tata kelola aset pemerintah menjadi lebih baik. Kami juga terus mengkaji sejumlah persoalan aset lainnya untuk memastikan tidak ada aset negara yang berpindah tangan secara melawan hukum,” tegasnya.

Pengembalian tanah pecatu di Desa Bagik Polak diharapkan menjadi momentum mempercepat penataan aset daerah sekaligus memastikan setiap aset pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat dan peningkatan PAD Kabupaten Lombok Barat. (F*)

Ket. Foto:

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menerima kembali Sertifikat Tanah Pecatu di Desa Bagek PolakKecamatan Labuapi yang diserahkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri MataramGde Made Pasek.  (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Pembentukan Koperasi Merah di NTB Capai 95 Persen

Mataram -  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bergerak cepat dalam mendukung Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi...

Polda NTB  Siap Amankan Event MotoGP Mandalika 2025

,  – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) memastikan kesiapan penuh dalam mendukung penyelenggaraan event internasional MotoGP Mandalika 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada...

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

Jakarta – Direktur Utama PT PLN (Persero)Darmawan Prasodjo kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang...

Gubernur NTB Tegaskan Konsultan  Harus Adaptif dan Siap Bersaing Global

Mataram - Gubernur NTBLalu Muhamad Iqbalmenghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) NTB di Ballroom Hotel Merumatta SenggigiKamis (14/5). Kegiatan tersebut...

Hadiri Musrenbang,  Mendagri Dorong Pertumbuhan Ekonomi NTB 

Mataram - Menteri Dalam Negeri Republik IndonesiaProf Dr H Muhammad Tito Karnavian menyoroti pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang turun dengan meminta relaksasi...