Akselerasi Pemerintah Digital, NTB Kebut Integrasi SPBE

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tancap gas mempercepat akselerasi pemerintahan digital melalui integrasi menyeluruh Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Langkah ini menjadi penanda berakhirnya pola birokrasi digital yang selama ini berjalan parsial dan tidak terhubung, menuju tata kelola pemerintahan yang terintegrasi, responsif, transparan, dan berbasis data. Transformasi tersebut ditargetkan mampu menghadirkan layanan publik yang lebih cepat dan efisien, sekaligus menjangkau masyarakat hingga ke pelosok NTB.

Komitmen percepatan itu ditegaskan dalam kegiatan Pendampingan Penerapan Kebijakan Pemerintah Digital/SPBE lingkup Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Rabu (13/5).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa transformasi digital pemerintahan bukan lagi sekadar pembangunan aplikasi atau digitalisasi dokumen, melainkan perubahan mendasar terhadap cara kerja birokrasi.

“Kita tidak boleh lagi bekerja dengan aplikasi yang terkotak-kotak dan berjalan sendiri-sendiri. Transformasi digital harus menghadirkan sistem pemerintahan yang saling terhubung dan benar-benar mempermudah masyarakat,” tegas pria yang akrab disapa Aka itu.

Menurutnya, birokrasi modern dituntut mampu mengambil keputusan berbasis data, membangun kolaborasi lintas perangkat daerah, serta menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan terintegrasi.

Bagi NTB yang memiliki tantangan geografis sebagai daerah kepulauan, transformasi digital dinilai menjadi kebutuhan strategis untuk memperpendek jarak pelayanan dan mempercepat akses masyarakat terhadap layanan pemerintah.

“Digitalisasi harus mampu memperpendek jarak pelayanan, mempercepat akses masyarakat, dan memastikan layanan publik bisa dirasakan lebih merata hingga wilayah terpencil,” ujarnya.

Aka menjelaskan, transformasi digital pemerintahan di NTB menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan daerah melalui program unggulan NTB Good & Smart Governance dalam RPJMD NTB 2025–2029.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih, dan modern berbasis teknologi digital.

Menurut Aka, langkah transformasi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil evaluasi SPBE tahun 2025, indeks SPBE Pemerintah Provinsi NTB mencapai nilai 4,20 dengan predikat Memuaskan, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berada pada angka 3,56.

“Ini bukan sekadar capaian angka evaluasi, tetapi menunjukkan fondasi transformasi digital pemerintahan di NTB semakin kuat,” katanya.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pembangunan regulasi, penyusunan arsitektur SPBE, peta rencana transformasi digital, hingga pembentukan Tim Koordinasi SPBE yang melibatkan seluruh perangkat daerah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat infrastruktur digital melalui pengembangan jaringan intra pemerintah, konsolidasi layanan digital, pemanfaatan pusat data nasional, serta pengembangan portal layanan terintegrasi DIGIHUB NTB.

Saat ini sekitar 73 persen layanan pemerintahan di lingkup Pemprov NTB telah berbasis sistem elektronik.

Meski demikian, Aka menegaskan tantangan transformasi digital ke depan masih cukup besar, mulai dari integrasi layanan lintas OPD, penguatan keamanan informasi, pemerataan infrastruktur digital, hingga peningkatan literasi digital aparatur pemerintahan.

“Transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan teknologi. Yang paling penting adalah perubahan budaya kerja, komitmen kepemimpinan, dan kemampuan membangun kolaborasi,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah KemenPAN-RB, Mohammad Averrouce, mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat implementasi SPBE dan pemerintah digital di daerah.

Menurutnya, arah kebijakan nasional saat ini tidak lagi hanya mendorong digitalisasi layanan, tetapi membangun ekosistem pemerintahan digital yang terintegrasi dan interoperabel.

“Jangan sampai setiap dinas memiliki aplikasi sendiri-sendiri yang tidak saling terhubung. Fokus kita sekarang adalah integrasi,” tegasnya.

Melalui percepatan transformasi digital tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berharap kualitas pelayanan publik semakin cepat, efektif, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas di era digital. (F*)

Ket. Foto: Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Gubernur NTB Gerak Cepat Instruksikan Evakuasi Wisatawan Brazil yang Jatuh di Jurang Rinjani

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menunjukkan respon cepat dan tegas dalam menangani insiden jatuhnya seorang wisatawan asal...

SMSI NTB Bukber Jelang Idul Fitri, Perkuat Silaturahmi Antar Jurnalis

Mataram – Suasana hangat terasa saat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram,  menggelar buka puasa bersama (bukber), pada Selasa,...

Sinkronisasi Data, Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Sepakati Pengintegrasian NIB dan NOP

, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyepakati pengintegrasi data...

Kantor Pertanahan Kota Mataram Laksanakan Koordinasi Persiapan Sertipikasi Masyarakat Berpenghasilan Rendah 

Mataram – Kantor Pertanahan Kota Mataram melaksanakan kegiatan Koordinasi Persiapan Sertipikasi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di wilayah Kota Mataram sebagai langkah awal dalam...

Bupati LAZ Harap TP PKK dan Organisasi Wanita Lainnya Dukung Program Sejahtera dari Desa

Lombok Barat - Ketua TP-PKK sekaligus Bunda Paud dan Ketua Dekranasda Nusa Tenggara Barat Ny.Sinta M.Iqbal melantik Bunda Paud, Ketua Dekranasda,Pembina Posyandu dan Ketua...