Pasar Bertais Dorong Perekonomian Masyarakat dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Mataram – Keberadaan Pasar Bertais yang dikelola PT Pade Angen tidak hanya berperan sebagai pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi sumber lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Pasar swasta yang berdampingan dengan Pasar Mandalika milik Pemerintah Kota Mataram ini terbukti memberikan kontribusi nyata dalam menyerap tenaga kerja lokal.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah, menegaskan bahwa Pasar Bertais memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas perdagangan warga. Menurutnya, keberadaan pasar swasta tersebut justru melengkapi fasilitas pasar yang dimiliki pemerintah.

ā€œPasar Bertais menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan swasta bisa berjalan dengan baik. Pengelolaannya sepenuhnya dilakukan oleh PT Pade Angen sebagai pemilik lahan, dan Pemerintah Kota Mataram tidak melakukan intervensi,ā€ ujar Irwan, Kamis, (8/1/26) di Mataram.

Sementara itu, Kepala Pasar Bertais, H. Zaenudin, menjelaskan bahwa Pasar Bertais menaungi dua kawasan pasar, yakni Pasar Pagi dan Pasar Baru, dengan total luas lahan mencapai 2,4 hektare.

Terkait iuran pedagang, Zaenudin menyebutkan besaran iuran ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama antara pengelola dan para pedagang. Untuk Pasar Baru, iuran sebesar Rp4.000 per hari, yang dialokasikan untuk jaga malam sebesar Rp1.000 dan kebersihan Rp3.000, mengingat volume sampah yang lebih besar. Sementara di Pasar Pagi, iuran hanya Rp2.000 per hari karena volume sampah relatif lebih sedikit.

ā€œPerbedaannya hanya di situ. Semua iuran murni hasil kesepakatan bersama,ā€ jelasnya, saat ditemui secara terpisah di Kantornya. 

Menariknya, meski iuran tergolong kecil, pihak manajemen pasar memilih untuk tidak menaikkan tarif sejak disepakati pada 2017 lalu. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi para pedagang.

ā€œKami masih memikirkan kondisi pedagang. Yang penting mereka aman, nyaman, dan aktivitas pasar tetap terkendali,ā€ kata Zaenudin.

Dalam pengelolaannya, pihak manajemen pasar Bertais  juga menjalin kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah. Pengangkutan sampah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, sementara pengelolaan parkir bekerja sama dengan Dispenda Kota Mataram.

Selain menopang aktivitas perdagangan, Pasar Bertais juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Tercatat, tenaga kerja yang terlibat meliputi delapan orang staf kantor pengelola, 12 petugas jaga malam, 13 petugas kebersihan, tiga juru kutip, serta sekitar 32 petugas parkir yang sebagian besar berasal dari warga sekitar Bertais dan Mandalika.

Dengan pengelolaan yang kolaboratif dan berpihak pada pedagang, Pasar Bertais terus tumbuh sebagai salah satu pusat ekonomi rakyat yang berkontribusi positif bagi Kota Mataram. (F3)

Ket. Foto: Suasana di salah satu lorong pasar Bertais, Kota Mataram. (/fit)Ā 

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

PLNĀ  Siapkan 12.000 Sambungan Listrik Baru di Seluruh NTB

Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun...

Wabup UNA Ajak Bangun Lombok Barat Lombok Barat dengan Kolaborasi

Lombok Barat - Baru tiga bulan sejak dilantik, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat, Lazadha (Lalu Ahmad Zaini – Ummi Nurul Adha), terus...

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Galang Aksi Bersih Pantai Melalui Program Zero Waste Warriors

Lombok Barat - PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menggelar aksi bersih-bersih pantai bertajuk Zero Waste Warriors dalam rangka memperingati Hari...

Gerak Cepat, Pemprov NTB Kirim 32 Relawan dan Rp3 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh dan Sumatera

Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan kepedulian dan solidaritas antardaerah dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan serta menyalurkan dana sebesar Rp3 miliar bagi...

AMDI Gelar Technical Meeting, Siapkan Peserta Lomba Melalui Test Floor dan Dansa BersamaĀ 

Mataram - Suasana penuh semangat mewarnai rangkaian Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat, saat Asosiasi Masyarakat Dansa Indonesia...