Mataram – Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lombok Tengah mendapat perhatian dari DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sekretaris Komisi V DPRD NTBSitti AriS.P., menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskanpenanganan terhadap para siswa yang diduga menjadi korban harus menjadi prioritas utama.
“Tentu kami prihatin dengan kejadian ini. Harapan kamianak-anak yang menjadi korban ini harus diurus kesehatannyaterutama pengobatannya,” kata Sitti Ari di MataramJumat(11/9).
Selain memastikan kondisi kesehatan para siswaSitti Ari meminta seluruh dapur penyedia MBG yang berkaitan dengan kejadian tersebut segera dievaluasi. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan seluruh prosedur operasional standar (SOP) telah diterapkan secara benar.
“Dapur-dapur tersebut harus dievaluasibagaimana SOP-nyaapakah sudah diimplementasikan atau tidak,” ujarnya.
Menurutnyaprogram MBG merupakan program yang patut didukung karena menyasar pemenuhan kebutuhan gizi anak. Namundukungan tersebut harus dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan di lapangan.
Sitti Ari menekankanaspek keamanan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama agar program MBG tidak justru menimbulkan persoalan bagi penerima manfaat.
“Program MBG ini tentu kita dukungnamun pelaksanaannya di lapangan harus terus dilakukan pengawasan sehingga hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Ia berharap kejadian dugaan keracunan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG di NTB. Pengawasan mulai dari pengolahanpenyimpananhingga distribusi makanan dinilai perlu diperkuat untuk memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar aman dan layak konsumsi. (F*)
Ket. Foto:
Sekretaris Komisi V DPRD NTBHj. Sitti AriS. P. (/fit)

