Mataram — Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja PT PLN (DPP SP PLN) sukses menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Forum Advokasi Nasional Batch 3 yang berlangsung selama tiga haripada 2–4 September 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mengangkat tema “Kenali HakmuLindungi Kariermu”kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan pengurus dalam memberikan perlindungan serta pendampingan hukum bagi anggota.
Pada Batch 3 iniNusa Tenggara Barat berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan yang diikuti oleh perwakilan pengurus dari jajaran DPD SP PLN UID BaliUIW NTBUIW NTTdan UIP Nusra.
Ketua DPD SP PLN UIW NTBRusdinmenyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan DPP SP PLN kepada NTB sebagai penyelenggara.
“Kami atas nama keluarga besar DPD SP PLN UIW NTB mengapresiasi dan menyambut hangat terselenggaranya Diklat Forum Advokasi Nasional Batch 3 ini. Kehadiran forum pelatihan ini sangat krusial dalam mempertajam barisan pengurus advokasi di tingkat DPD se-Bali dan Nusa Tenggara,” ujar Rusdin.
Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh jajaran narasumber dan tim advokasi dari DPP SP PLNyaitu Amir MachmudS.H.M.H. dan Miftahus SaidinS.H.M.Kn. dari Departemen Advokasi; Dudung IrawanS.E.M.M. selaku Anggota Luar Biasa; Fadlan Hidayat Damanik dari Departemen Advokasi; Farieds dari Departemen Diklat; serta Zulfikar E. T. dari Tim Advokasi Nasional SP PLN.
Diklat ini berfokus pada sub-tema: “Membangun Kemampuan Preventive dan AdvokasiKomunikasiNegosiasiserta Penyelesaian Konflik”. Rangkaian materi disusun untuk membekali para pengurus DPD—terkhusus Kepala Biro Advokasi dan utusan organisasi—dengan kompetensi komprehensif dalam mengantisipasi potensi sengketa ketenagakerjaan serta menyelesaikan konflik hubungan industrial secara konstruktif.
Melalui hasil dari diklat tiga hari inidiharapkan seluruh jajaran advokasi DPD regional Bali dan Nusa Tenggara memiliki standar kompetensi yang seragamresponsifdan solid dalam mengawal hak-hak pegawai serta menjaga kepastian karier pekerja demi keberlanjutan operasional perusahaan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu mitigasi preventifkomunikasihingga negosiasi secara optimal demi membentengi hak-hak pekerja dan menciptakan iklim kerja yang kondusif di lingkungan PLN,” tambah Rusdin.
Dalam kesempatan yang samaFarieds selaku Ketua Panitia Forum Advokasi Nasional turut menyampaikan apresiasi atas kelancaran jalannya kegiatan. “Pelaksanaan Batch 3 di NTB ini berjalan dengan sangat lancar dan penuh dengan dinamika yang positif. Kami berharap pembekalan yang diberikan tidak hanya sekadar menjadi teoritetapi benar-benar mampu diaplikasikan oleh para pengurus saat melakukan pendampingan di lapangan. Kesuksesan penyelenggaraan di NTB ini juga menjadi pemicu semangat kami untuk terus menyukseskan rangkaian batch berikutnya,” tegas Farieds.
Rangkaian Forum Advokasi Nasional Serikat Pekerja PT PLN (Persero) ini sendiri diselenggarakan secara berkelanjutan dalam 5 batch di berbagai wilayah Indonesiameliputi Batch 1 di UID YogyakartaBatch 2 di UID Sumatera UtaraBatch 3 di UIW Nusa Tenggara BaratBatch 4 di UID Sulselrabarserta ditutup dengan Batch 5 di UID Kalselteng.
TENTANG SERIKAT PEKERJA PT PLN (SP PLN)
Serikat Pekerja PT PLN adalah wadah organisasi pekerja yang memperjuangkanmembelaserta melindungi hak dan kepentingan pegawainya guna menciptakan hubungan industrial yang harmonisdinamisdan berkeadilan di lingkungan PT PLN (Persero). (*)
Ket. Foto:
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Forum Advokasi Nasional Batch 3 yang berlangsung selama tiga haripada 2–4 September 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB). (Ist)

