Kick Off RUU Administrasi Pertanahan, Sekjen ATR/BPN: Wujudkan Sistem Administrasi Pertanahan yang Akuntabel dan Terintegrasi

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Aksi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Administrasi Pertanahan pada Jumat (09/01/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat 401Kementerian ATR/BPNJakarta ini merupakan tindak lanjut atas RUU Administrasi Pertanahan yang telah diputuskan dalam rapat paripurna tingkat I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)sebagai upaya mendorong penyelesaian berbagai persoalan di bidang pertanahan.

“Hal yang paling makro dari penyusunan undang-undang ini tentu adalah mewujudkan sistem administrasi pertanahan yang tertibtransparanakuntabeldan terintegrasisekaligus memiliki kepastian hukum serta menjadi payung hukum nasional bagi seluruh pengelolaan tanah,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPNDalu Agung Darmawan.

Ia menekankan bahwa RUU Administrasi Pertanahan memiliki urgensi yang tinggi dan bersifat strategis. Menurutnyaregulasi ini akan menjadi fondasi penting dalam menjamin kepastian hak atas tanahmemperkuat sistem administrasi pertanahanserta mendukung pelaksanaan Reforma Agraria dalam arti yang luas. Selain ituRUU ini juga berkaitan erat dengan pemetaan ruang yang komprehensif dan akuratsehingga dinilai perlu segera diselesaikan.

Lebih lanjutSekjen ATR/BPN menjelaskan bahwa persoalan pertanahan di Indonesia masih diwarnai oleh fragmentasi regulasi dan kelembagaan. Oleh karena ituRUU Administrasi Pertanahan disusun sebagai penjabaran dari Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Tahun 1960 sebagai _lex generalis_ yang mampu menjawab perkembangan zaman dan kemajuan teknologisekaligus mengatasi tumpang tindih regulasi sektoral melalui penataan administrasi pertanahan yang lebih menyeluruh.

“Dan saya melihat bahwa undang-undang ini tidak sekadar mengatur persoalan-persoalan yang bersifat teknistetapi juga memiliki dampak yang sangat luas. Baik dalam konteks kesejahteraan sosialkepastian hukumkemakmurandaya saing ekonomimaupun pencegahan mal administrasi yang berkaitan dengan tindak pidana. Ini yang penting untuk kita ingatkan,” tegasnya.

Tim penyusun RUU Administrasi Pertanahan diketuai oleh Staf Ahli Bidang Teknologi InformasiDwi Budi Martono. Kick Off Meeting tersebut dihadiri oleh Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN serta para pemangku kepentingan terkaitbaik secara luring maupun daring.

Kepada tim penyusunDalu Agung Darmawan berpesan agar senantiasa terbuka terhadap kritik dan perbedaan pendapat dalam proses penyusunan RUU ini. Ia menekankan pentingnya menjadikan rencana aksi RUU Administrasi Pertanahan sebagai rujukan jangka panjang. “Kita tidak hanya menulis untuk hari initetapi untuk 20–30 tahun ke depan. Karena itupenyusunan ini harus dilakukan dengan integritas akademikketajaman analisisserta keberanian dalam merumuskan kebijakan,” pungkasnya. (*)

Ket. Foto:  

Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Aksi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Administrasi Pertanahan pada Jumat (09/01/2026). (Ist)

Sumber: 

Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/

Badan Pertanahan Nasional

X: x.com/kem_atrbpn

instagram.com/kementerian.atrbpn/

facebook.com/kementerianATRBPN

youtube.com/KementerianATRBPN

tiktok.com/@kementerian.atrbpn

Situs: atrbpn.go.id

PPID: ppid.atrbpn.go.id

WhatsApp Pengaduan: 0811-1068-0000

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

4 Tips Pilih AC 1 PK Low Watt Terbaik untuk Kamar Tidur

Memilih ac 1 pk low watt terbaik       untuk kamar tidur bukan hanya soal mendapatkan udara sejuktetapi juga mempertimbangkan efisiensi listrik dan kenyamanan sehari-hari. AC...

Dinsos Lobar dan HARSA NTB Jemput Bola, Bantu Lansia Tak Tersentuh BPJS 

Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan organisasi Harmoni Sahabat (HARSA) NTB bergerak cepat membantu Nenek Kelilansia 90 tahun...

BBPOM Mataram Gencarkan Edukasi Keamanan Pangan Lewat Bimtek Komunitas Pasar

Mataram - Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat akar rumputBalai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menggelar Bimbingan Teknis dan Penyuluhan...

Menteri Nusron Tawarkan Skema HGB di Atas HPL Pemprov DKI Jakarta untuk Amankan Aset Pemerintah dan Lindungi Masyarakat

Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)Nusron Wahidmenawarkan skema penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan (HPL) milik...

Bendungan Bintang Bano dan Yusuduk Dongkrak Produktivitas Pertanian KSB

KSB - Keberadaan dua bendungan besar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)yakni Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Yusuduksangat berdampak untuk suplai pertanian. Meski jaringan saluran...