Ketua SMSI NTB Kecam Tindakan Intimidasi Oknum SPPG terhadap Jurnalis Selaparang TV di Lombok Timur

Mataram – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara BaratHM. Abdus SyukurS.H.mengecam keras tindakan intimidasi yang dilakukan oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok TimurAgamawan Salamterhadap jurnalis Selaparang TV. Peristiwa itu terjadi saat jurnalis Silawati sedang meliput kegiatan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)di Yayasan Buak Ate Kembang MateDesa Rumbuk Timur Kecamatan Sakrapada 14 Januari 2025.

Dalam kejadian tersebutAgamawan Salam diduga merampas kamera milik Silawati dan menghapus rekaman video hasil liputannya tanpa alasan yang jelas. Tindakan tersebut memicu kemarahan komunitas perstermasuk SMSI NTB yang dengan tegas menyatakan sikapnya.

"Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi yang dialami jurnalis dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya. Kejadian ini tidak hanya mencederai kebebasan perstetapi juga melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Persyang menjamin hak setiap jurnalis untuk melaksanakan tugas tanpa tekanan atau ancaman," ujar Abdus SyukurKamis (16/1/2025).

Lebih lanjut ia menegaskantugas jurnalis menyampaikan informasi kepada publiksehingga tindakan yang menghalangi kerja jurnalistik merupakan pelanggaran hukum yang serius.

SMSI NTB meminta pihak kepolisian segera mengusut kasus tersebut hingga tuntasdan memberikan perlindungan kepada jurnalis yang kerap menghadapi risiko serupa di lapangan.

"Kami mendukung penuh jika dilakukan langkah hukum dan siap memberikan bantuan bila diperlukan," tandasnya.

Abdus Syukur mengajak seluruh elemen masyarakatuntuk menghargai peran pers sebagai pilar demokrasi yang menjaga transparansi dan akuntabilitas. Ia juga menekankan pentingnya solidaritas antarinsan pers dalam menjaga hak dan kebebasan jurnalistik.

"Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semuauntuk terus memupuk solidaritas dan memastikan kebebasan pers di Indonesia tetap terjamin. Kami mengajak seluruh insan pers untuk terus bersatu dalam memperjuangkan tugas mulianya," pungkas Ketua SMSI NTB.

SMSI NTB bersama organisasi pers lainnya menyatakan dukungan penuh kepada Silawati. Mereka memastikan jika kasus tersebut akan dipantau secara ketatdan pelaku akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini menjadi sorotan utama publik NTBmengingat pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi para jurnalis. Masyarakat pun berharap pihak berwenang dapat bertindak tegas demi menjaga integritas kebebasan pers di NTB. (F3)

Ket. Foto:
Ketua SMSI NTB HM.Syukur (tengah) bersama Bendahara dan Humas SMSI NTB di Kantor SMSI NTB. ()

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Green Card Kedua Tegaskan Kelas Dunia Geopark Rinjani

Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa keberhasilan Geopark Rinjani–Lombok mempertahankan status UNESCO Global Geopark melalui perolehan Green Card kedua merupakan...

Dua Tahun Menanti Kepastian, Nyonya Lusy Datangi Paminal Polda NTB Pertanyakan Perkembangan Laporan

MataramĀ  – Nyonya Lusy bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Subbid PaminalĀ  Polda NTB untuk meminta kejelasan perkembangan laporan dugaan pelanggaran yang melibatkan oknum...

Bupati LAZ Semprot Investor Marina Bay, Dianggap Tidak Serius

Lombok Barat - Bupati Lombok BaratH. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) secara tegas menyemprot Investor Marina Bay karena terlalu banyak janji daripada bukti. Hal tersebut...

RS Mutiara Sukma Perluas Layanan Kesehatan Perempuan, Anak dan Kebugaran

Mataram - Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya melakukan berbagai inovasi untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih lengkap bagi masyarakat. Salah satunya Rumah Sakit Jiwa...

Muktamar IDI ke-32 Resmi Dibuka, Menko Yusril Tegaskan Organisasi Profesi Kedokteran Harus Satu

Mataram - Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang rutin diselenggarakan setiap tiga tahun sekali resmi dibuka di Kota Mataram. Acara pembukaan yang digelar di...