Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta maskapai penerbangan menambah kapasitas penerbangan menuju Lombok sejak awal periode MotoGP Mandalika 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sekaligus mencegah keterbatasan kursi dan tingginya harga tiket menghambat wisatawan datang ke NTB.
Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakanaksesibilitas udara menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Pengalaman dari sejumlah event internasional sebelumnya menunjukkantingginya minat masyarakat untuk datang tidak selalu berujung pada kunjungan ketika ketersediaan kursi terbatas dan harga tiket meningkat.
“Banyak calon wisatawan sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk datangbahkan sudah membeli tiket acara. Namun ketika mencari tiket pesawatternyata kursinya sudah terbatas atau harganya terlalu tinggi. Akhirnya mereka membatalkan perjalanan,” ujar Iqbal dalam rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari MataramSelasa (8/9).
Indikasi peningkatan permintaan mulai terlihat dari data pemesanan yang disampaikan sejumlah maskapai. Tingkat keterisian beberapa penerbangan menuju Lombok telah mendekati 90 persensementara ketersediaan kursi pada sejumlah jadwal semakin terbatas.
Karena ituMiq Iqbal mendorong maskapai menyiapkan tambahan kapasitas sejak jauh haritidak semata-mata mengandalkan extra flight menjelang puncak pelaksanaan MotoGP.
Menurutnyapenambahan kapasitas dapat dilakukan melalui dua skema. Pertamapenerbangan tambahan yang diumumkan lebih awal sehingga masyarakat dan pelaku industri perjalanan memiliki kepastian dalam merencanakan perjalanan. Keduaextra flight yang disiapkan secara fleksibel untuk merespons lonjakan permintaan menjelang pelaksanaan event.
“Kalau tambahan penerbangan diumumkan lebih awalmasyarakat bisa merencanakan perjalanan dan kita juga bisa melakukan promosi lebih maksimal di daerah-daerah potensial,” katanya.
Selain penerbangan tambahanGubernur meminta maskapai mempertimbangkan penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar serta mengaktifkan kembali sejumlah slot penerbangan yang sebelumnya tidak beroperasi. Rute Jakarta–LombokSurabaya–LombokYogyakarta–Lombokdan kemungkinan pengaktifan kembali rute Malang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.
Perhatian juga diarahkan pada arus kepulangan penonton. Miq Iqbal meminta maskapai mempertimbangkan penerbangan malam setelah rangkaian MotoGP berakhirmengingat penonton diperkirakan masih berada di kawasan Mandalika hingga sore hari dan menghadapi potensi kepadatan lalu lintas saat meninggalkan kawasan sirkuit.
“Yang paling penting bagi kita adalah tambahan kapasitas kursi. Apakah melalui extra flight atau penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besarsemuanya perlu dipertimbangkan,” tegasnya.
Sejumlah maskapai telah menyiapkan langkah antisipasi. Garuda Indonesia menyiapkan penerbangan tambahan pada 8–11 Oktober serta penyesuaian kapasitas pada 12 Oktober. Pelita Air meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi dua kali sehari mulai 8 Oktobersementara Citilink menyiapkan tambahan kapasitas pada rute Jakarta–Lombok dan Surabaya–Lombok.
Lion Air juga membuka kemungkinan penambahan extra flight berdasarkan perkembangan permintaan penumpang. Untuk penerbangan internasionalAirAsia tetap mengoperasikan rute Kuala Lumpur–Lombok setiap hari dan akan meneruskan pembahasan mengenai kemungkinan penambahan kapasitas.
Bagi NTBpenguatan akses udara tidak hanya berkaitan dengan kelancaran mobilitas penonton. Kemudahan akses menjadi bagian penting dari upaya memastikan dampak ekonomi MotoGP dapat dirasakan lebih luas melalui peningkatan kunjungan wisatawanaktivitas usahatransportasiakomodasikulinerhingga UMKM.
Miq Iqbal menegaskankeberhasilan MotoGP Mandalika tidak cukup diukur dari kesiapan sirkuit dan penyelenggaraan balapan. Pengalaman wisatawan sejak merencanakan perjalanantiba di Lombokhingga kembali ke daerah asal juga menjadi bagian dari kualitas penyelenggaraan event internasional tersebut.
“MotoGP adalah momentum besar bagi NTB. Karena itukita harus memastikan akses menuju Lombok semakin mudahpilihan penerbangan semakin banyakdan masyarakat memiliki kepastian dalam merencanakan perjalanan,” pungkasnya.
Dengan memastikan kapasitas penerbangan tersedia sebelum lonjakan terjadiNTB ingin memastikan MotoGP tidak berhenti sebagai agenda olahraga internasionaltetapi menjadi momentum yang menggerakkan pariwisata dan ekonomi daerah secara lebih luas. (F*)
Ket. Foto:
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melakukan rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram. (Ist)

