Mataram — Delapan tahun setelah gempa 2018 mengguncang Lombokkisah tentang bangkitnya kehidupan masyarakat kembali diceritakan. Kali inikisah itu disampaikan langsung oleh para petani Desa SajangKecamatan SembalunLombok Timurkepada Yang Mulia Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree.
Putri Victoria yang merupakan Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan mengunjungi LombokSabtu (5/9/2026)dan berdialog dengan Kelompok Tani Sajang di area Bale Kita NTB. Ia didampingi Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad IqbalWakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putridan Ketua Dekranasda NTB Hj. Sinta M. Iqbal.
Putri Victoria mendengar langsung bagaimana masyarakat melewati masa sulit pascagempatermasuk perubahan yang terjadi dalam kehidupan dan usaha pertanian mereka.
“Saya turut berduka atas kehilangan yang Anda alami. Namun sangat luar biasa mendengar kondisi Anda saat ini. Apakah Anda mengubah jenis tanamandan apakah sistem irigasinya berubah agar lebih tangguh?” tanya Putri Victoria.
Pertanyaan itu membawa dialog pada persoalan yang sangat menentukan kehidupan petani: air.
ArifSekretaris Desa Sajang sekaligus Ketua Pengelola Air Kelompok Tanimenjelaskan bahwa petani tetap mempertahankan komoditas yang selama ini menjadi sumber penghidupan. Perubahan penting justru terjadi pada sistem irigasi.
Melalui dukungan program UNDPjaringan irigasi sepanjang sekitar 450 meter di dua titik Desa Sajang diperbaiki. Bagi petaniperbaikan tersebut memberikan dampak langsung: aliran air menjadi lebih stabil dan masa tanam menjadi lebih panjang.
“Sebelum ada bantuan irigasikami hanya bisa tanam lima sampai enam bulan. Sekarang aliran air stabil sehingga masa tanam lebih panjang. Pascagempa 2018UNDP hadir membersamai kami dan memberi semangat baru untuk menata kehidupan,” ujar Arif.
Cerita tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Bagi petanipemulihan berarti menghidupkan kembali sumber penghidupanmemastikan sawah kembali produktif dan keluarga kembali memiliki kesempatan memperoleh pendapatan.
Putri Victoria menyimak cerita tersebut dengan penuh perhatian. Ia mengapresiasi kemampuan masyarakat Lombok untuk bangkit setelah bencana dan membangun kembali kehidupan dengan memanfaatkan potensi yang mereka miliki.
Kisah petani Sajang juga memperlihatkan bagaimana dukungan pascabencana dapat diarahkan untuk membangun ketangguhan ekonomi masyarakat. Infrastruktur sederhana seperti irigasi dapat menjadi pintu masuk untuk memperpanjang produktivitasmemperkuat pendapatandan menjaga keberlanjutan kehidupan petani.
Sementara itu Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa bagi NTBpengalaman Desa Sajang menjadi contoh bahwa pembangunan pascabencana seharusnya tidak sekadar mengembalikan keadaan seperti sebelum bencanatetapi membuat masyarakat memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menghadapi masa depan.
Delapan tahun setelah gempapemulihan itu kini dapat dirasakan melalui sesuatu yang sederhana: air yang kembali mengalir ke lahan pertanian.
Dari aliran air itulah petani kembali menanammasa tanam menjadi lebih panjangdan harapan kembali tumbuh.
Di Sajang450 meter irigasi bukan hanya tentang air. Ia adalah tentang kehidupan yang kembali berjalan dan harapan yang kembali memiliki masa depan. (*)
Ket. Foto:
Putri Victoria yang merupakan Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutandidampingi Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad IqbalWakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putridan Ketua Dekranasda NTB Hj. Sinta M. Iqbalberdialog dengan Kelompok Tani Sajang di area Bale Kita NTB. (Ist)

