Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Komisi VII DPR RI memperkuat sinergi mendorong transformasi ekonomi daerah melalui hilirisasipenguatan sektor pangandan pengembangan pariwisata berkualitas. Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi VII Saleh Partaonan Daulay saat bertemu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Ruang Rapat TamboraKantor Gubernur NTBSelasa (11/8).
Dalam pertemuan tersebutGubernur Miq Iqbal memaparkan perkembangan ekonomi NTB yang semakin positif. Menurutnyapertumbuhan ekonomi daerah tidak lagi semata bertumpu pada pertambangantetapi semakin diperkuat sektor pertanian dan pariwisata.
Salah satu indikatornya terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) NTB yang mencapai 132meningkat dari sebelumnya 123 dan berada di atas rata-rata nasional sebesar 127. Menurut Miq Iqbalkondisi tersebut menunjukkan sektor pertanian semakin memberikan prospek ekonomi yang baik bagi petaniterutama pada subsektor hortikultura dan perkebunan.
“Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian kita memberikan return yang cukup baik bagi petani. Hortikultura dan perkebunan juga tumbuh cukup baik,” ujar Miq Iqbal.
Untuk memperbesar manfaat ekonomi tersebutPemprov NTB mendorong hilirisasi agar komoditas daerah tidak hanya diproduksitetapi juga diolah dan menghasilkan nilai tambah di dalam daerah. Salah satunya pada sektor perikanankhususnya udang vanameyang sebagian produksinya masih dikirim ke luar NTB untuk diproses dan diekspor.
“Prioritas kami adalah mendorong investasi hilirisasi di NTB. Minimal sampai proses packingsehingga dokumen dan status ekspornya dapat tercatat atas nama NTB,” jelasnya.
Di sektor peternakanpemerintah juga mendorong pengembangan pakan mandiri berbasis potensi lokal untuk menekan biaya produksi. Jagung menjadi salah satu bahan utamasementara kelor dikaji sebagai bahan alternatif karena ketersediaannya melimpah dan memiliki kandungan nutrisi.
“Kita ingin melihat bagaimana kelor dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pakan dari luar,” katanya.
Selain pengembangan industri pakan skala lokalPemprov NTB mendorong kawasan percontohan sapi perah terintegrasi di Sembalunmulai dari pakan dan pembibitan hingga pengolahan susu dan produk turunannya.
Di sektor pariwisataGubernur menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan ke NTB terus menunjukkan tren positif. Namunpemerintah tidak hanya mengejar jumlah kunjunganmelainkan mengarahkan pengembangan pariwisata pada konsep quality tourismdengan memperhatikan lama tinggalbelanja wisatawankeberlanjutan lingkungandan pelestarian budaya.
“Yang kita kejar bukan hanya jumlah wisatawantetapi kualitas wisatawanlama tinggaldan belanjanya. Pada saat yang sama kita harus memastikan budaya lokal dan daya dukung lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Gili Tramena (Gili TrawanganGili Menodan Gili Air). Miq Iqbal menegaskan bahwa pengembangan kawasan tersebut harus disertai penyelesaian persoalan mendasartermasuk status kawasanlahanair bersihdan sampah.
Pemprov NTB bersama pemerintah pusat dan sejumlah lembaga terkait tengah mengupayakan penyelesaian status kawasan secara menyeluruh.
“Kami ingin persoalan ini selesai pada akhir tahun. Penyelesaiannya harus one for allsemua kita selesaikanbaik dari sisi hukum maupun konservasi,” jelas Miq Iqbal.
Untuk mendukung pengembangan kawasanPemprov NTB juga menyiapkan solusi air bersih melalui sistem beach wellsementara pengelolaan sampah diarahkan melalui teknologi pengolahan yang sesuai dengan karakter kepulauan.
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi paparan Gubernur dan menilai Gili Tramena memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara. Menurutnyakawasan tersebut dapat menjadi salah satu destinasi yang memperluas pemerataan kunjungan wisatawan di luar Bali.
“Wisatawan yang datang dari luar negeri jangan hanya mengenal Bali. Destinasi seperti Gili MenoGili Airdan Gili Trawangan juga harus kita arahkan menjadi bagian dari perjalanan wisata mereka,” katanya.
Saleh memastikan berbagai aspirasi Pemprov NTB akan menjadi bahan pembahasan Komisi VII bersama kementerian dan lembaga mitratermasuk terkait pengembangan pariwisatainfrastrukturlingkunganair bersihpengelolaan sampahserta penguatan industri pakan lokal dan UMKM.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk memastikan potensi NTB tidak berhenti sebagai sumber dayatetapi diolah menjadi nilai tambahinvestasilapangan kerjadan kesejahteraan masyarakat. Melalui hilirisasipenguatan pangandan pariwisata berkualitasNTB terus membangun fondasi ekonomi yang produktifinklusifdan berkelanjutan. (F*)
Ket. Foto:
Gubernur NTBLalu Muhamad Iqbal memaparkan perkembangan ekonomi NTB saat menerima rombongan kunjungan Komisi VII DPR RI di Kantor Gubernur NTB. (Ist)

