Dukung Sekolah Rakyat, Anggota DPRD NTB Ingatkan Pentingnya Pengawasan dan Data Akurat

Mataram – Hadirnya Sekolah Rakyat di wilayah Nusa Tenggara Barat mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)Made Selametmenyebut

inisiatif tersebut merupakan bentuk nyata pemenuhan hak dasar masyarakatkhususnya di bidang pendidikan. Namunia juga menyoroti tantangan besar yang perlu diantisipasiterutama soal pengawasan dan keberlanjutan program.

“Tujuan sekolah rakyat ini bagussupaya masyarakat kecil mendapat hak pendidikannya. Tapi saya masih ragu pada keberlangsungannyaterutama karena pengawasan terhadap anak-anak yang tinggal di asrama itu sangat berat,” ujar MadeSelasa (7/10/2025)di Mataram.

Made mencontohkan pengalamannya sebagai Ketua Yayasan yang mengelola sebuah panti asuhan. Ia mengakumengurus 60 anak saja sangat menantangapalagi dalam sistem pendidikan berasrama seperti yang diterapkan di sekolah rakyat. Menurutnyapengawasan 24 jam memerlukan tenaga pendidik dan pembimbing yang bukan hanya profesionaltapi juga memiliki jiwa kemanusiaan dan komitmen tinggi.

“Anak-anak ini tinggal bersama. Mereka mulai masuk masa pubertas. Kalau pengawasannya tidak ketatbisa timbul masalah besar. Ini bukan soal belajar sajatapi juga pembentukan perilakukedisiplinandan kontrol sosial,” tegasnya.

Menanggapi berbagai tantangan tersebutMade mengusulkan alternatif lain. Ia mendorong agar anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap tinggal di rumah bersama orang tuatetapi dijamin mendapatkan pendidikan yang benar-benar gratis tanpa pungutan apapun.

“Biarkan mereka tinggal di rumahbisa bantu ibunyadan tetap sekolah. Tapi pastikan semua biaya pendidikan mereka nol rupiah. Tidak hanya SPPtapi juga bukuseragamalat tulisbahkan les tambahan kalau perlu. Itu yang harus ditanggung negara,” tandasnya.

Ia menilai pendekatan ini akan memperkuat peran keluarga dalam pengawasansekaligus mengurangi risiko sosial yang mungkin muncul di sistem asrama.

Politisi PDIP ini  juga menekankan pentingnya validasi data penerima manfaatagar program sekolah rakyat tepat sasaran. Menurutnyaintervensi harus berbasis data yang akurat dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kalau datanya tidak validyang terjadi justru pemborosan anggaran. Padahal dana untuk pengawasan di sekolah rakyat itu sangat besar,” katanya.

Made menilai pengawasan menjadi kunci agar program ini tidak menyimpang dari tujuan awal Presiden Prabowo untuk pemerataan akses pendidikan nasional. Karenanyaia  mendorong adanya pengawasan terpadu dari semua pihakbaik legislatifeksekutifmaupun lembaga swadaya masyarakat. 

“Kalau salah kelolaini bisa jadi bumerang. Maka perlu orang-orang yang punya komitmenjiwa pembimbingdan betul-betul niat mengabdi,” ujarnya.

Ia mendorong agar setiap program pendidikan berbasis rakyat tidak hanya digulirkan sebagai formalitastetapi benar-benar diikuti dengan perencanaan matangpendanaan cukupserta pengawasan melekat.

“Jangan sampai niat baik ini gagal hanya karena masalah pengawasan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Kita harus jaga sama-sama,” pungkas Made Slamet. (F3)

Ket. Foto:

Anggota Komisi V DPRD NTBMade Slamet. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Promo Long Weekend, Diskon Tiket Kereta Cepat Whoosh Hingga 50%

KCIC menghadirkan promo spesial berupa diskon tiket Whoosh hingga 50% pada program Travel Fair yang dapat diikuti secara online dan offline guna memberikan kesempatan...

393 JCH NTB Kloter 10 Diberangkatkan, 151 Lansia

Mataram – Proses pemberangkatan jamaah Calon haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berlangsung sesuai jadwal. Ketua Tim Bina Haji Reguler Kemenag NTBSyukrimengatakan bahwa...

Gubernur NTB Buka Musrenbangkom, Tegaskan Berkompetisi Melalui Kinerja, Bukan Politik

Mataram - Gubernur NTBLalu Muhammad Iqbal membuka Musyawarah Rencana Pengembangan Kompetensi (Musrenbangkom) dan Rakor Kepegawaian di Astoria Hotel(8/12/2025). Ia menegaskanmeritokrasi menjadi salah satu target...

Senggigi dan Kuta Diusulkan Jadi Hub Maritim, Abdul Hadi: Perlu Kuatkan Payung Regulasi

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menyiapkan rencana menjadikan kawasan Senggigi di Lombok Barat dan Kuta di Lombok Tengah sebagai pusat...

Mitigasi Multi Bencana NTB sebagai Investasi Peradaban

Catatan Lapangan Gubernur Miq Iqbal Meninjau Bencana Lombok dan SumbawaMataram - Bencana tidak pernah benar-benar “datang tiba-tiba”. Yang sering tiba-tiba adalah kesadaran kita. Ketika...