Abdul Hadi Desak Pemerintah Atasi Keterlambatan Keberangkatan Jamaah Haji NTB Akibat Visa Belum Terbit

Lombok Barat – Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi PKS Daerah Pemilihan NTB 2 (Pulau Lombok), Abdul Hadi, mendesak pemerintah melalui kementerian terkait dan panitia penyelenggara haji untuk segera menangani keterlambatan keberangkatan jamaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang disebabkan belum terbitnya visa dari pihak Arab Saudi.

Politisi PKS ini menilai keterlambatan tersebut seharusnya bisa diantisipasi lebih awal apabila pemerintah aktif melakukan evaluasi progres penerbitan visa dan menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Arab Saudi.

“Permasalahan ini sebenarnya bisa dicegah. Pemerintah harus aktif mengevaluasi proses penerbitan visa dan memastikan komunikasi dengan otoritas Arab Saudi berjalan baik sejak awal,” tegas Abdul Hadi saat ditemui di Lombok Barat, Senin (5/5/2025).

Hasil koordinasi antara Komisi VIII DPR RI dan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama menyebutkan bahwa seluruh data calon jamaah haji telah dimasukkan ke sistem sejak jauh hari. Namun, hambatan teknis di pihak Saudi menyebabkan visa belum terbit secara optimal. Meski demikian, Kemenag memastikan seluruh calon jamaah tetap akan diberangkatkan pada kloter berikutnya, kecuali sebagian kecil yang terkendala masalah keimigrasian masa lalu.

Tak hanya soal visa, Abdul Hadi juga menyoroti kesiapan sektor transportasi. Ia mengingatkan Kementerian Perhubungan selaku mitra kerja Komisi V untuk menjamin ketersediaan pesawat dan kelancaran layanan di bandara agar tidak terjadi keterlambatan seperti musim haji 2024.

“Jangan sampai kejadian seperti tahun 2024 terulang, di mana keterlambatan penerbangan terjadi hingga puluhan kali,” ujarnya.

Sebagai catatan, pada fase pertama pemberangkatan haji tahun 2024 (12–30 Mei), tercatat 48 kali keterlambatan penerbangan, yakni 42 oleh Garuda Indonesia dan 6 oleh Saudia Airlines. Tingkat ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) secara keseluruhan hanya mencapai 86,99%, dengan Garuda Indonesia mencatat OTP 78,68% dan Saudia Airlines 96,51%. Masalah teknis dan keterlambatan pengajuan slot penerbangan menjadi penyebab utama.

Abdul Hadi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran perjalanan ibadah para calon jamaah haji.

“Ini adalah amanah besar. Kita semua harus berkoordinasi secara intensif agar pelayanan kepada para jamaah haji berjalan lancar dan layak, sebagai bentuk penghormatan kita terhadap mereka yang telah menunaikan ibadah besar ini,” pungkasnya.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Jaksa Nilai Narasi “Korban Jadi Terdakwa” Upaya Membalik Fakta

Mataram – Dalam sidang agenda replik kasus pembunuhan mahasiswi di Pantai Nipah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) melancarkan serangan balik terhadap nota pembelaan terdakwa...

Kantor Pertanahan Kota Mataram Hadirkan Layanan Akhir Pekan “PELATARAN”

Mataram – Kantor Pertanahan Kota Mataram terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menghadirkan program inovatif bernama Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN). Program ini...

Rakor Tingkat Menteri, Nusron Wahid  Paparkan Roadmap Penetapan LSD di 2026

​Jakarta - Pemerintah resmi mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah sebagai pengganti Perpres Nomor 59 Tahun...

PLN UIW NTB Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Idul Adha 2026, Seluruh Personel Siaga Penuh

Mataram - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memastikan kesiapan penuh sistem kelistrikan dalam mendukung kelancaran perayaan Idul...

BPOM Mataram Edukasi Pangan Aman dan Gizi Seimbang di Sekolah 

Mataram -  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan sejak dini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram memberikan edukasi...