Mataram – Lima Ribu lebih Jemaah Calon Haji (JCH) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dipastikan siap diberangkatkan melalui Embarkasi Lombok (LOP)dengan berbagai skema pelayanan yang disiapkan secara khususterutama bagi jemaah lanjut usia dan berisiko tinggi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTBLalu Muhammad Aminmenyampaikan bahwa jumlah total Jamaah Calon Haji NTB ditambah pendamping yang akan diberangkatkan sebanyak 5.846 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 5.798 jemaah sesuai kuota NTBditambah 80 petugas yang akan mendampingi selama proses ibadah haji.
“Total keseluruhan Jamaah dan petugas haji yang akan diberangkatkan menjadi 5.846 orang. Jumlah tersebut terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter) melalui Embarkasi Lombok,” terang Amin dalam konferensi pers di Asrama Haji MataramSenin (20/4/2026).
Dari total kuota tersebutsebanyak 190 orang masuk kategori prioritas lanjut usia (lansia) sesuai ketentuanyakni berusia 65 tahun ke atas. Amin menjelaskanmeski tidak seluruh lansia dalam kondisi kesehatan menurunperhatian khusus tetap diberikan bagi yang memiliki risiko kesehatan tinggi.
“Memang tidak semua lansia dalam kondisi kurang sehatnamun bagi yang memiliki risiko kesehatan tinggi tetap kami kategorikan untuk mendapatkan perhatian khusus,” jelasnya.
Secara umumrata-rata usia jemaah haji NTB tahun ini memang didominasi kelompok usia 65 tahun ke atas. Kondisi ini mendorong panitia untuk menyiapkan skema pelayanan berbeda bagi jemaah lansiapenyandang disabilitasmaupun jemaah risiko tinggi (risti).
Pelayanan tersebut meliputi penempatan kamar di asrama haji yang lebih mudah diaksesprioritas distribusi konsumsihingga pendampingan khusus bagi pengguna kursi roda.
“Layanan kami bedakan. Lansiadisabilitasdan jemaah risiko tinggi akan mendapatkan prioritasbaik dari sisi akomodasi maupun pelayanan selama di asrama dan keberangkatan,” tegas Amin.
Amin juga memastikan bahwa apabila terdapat jemaah yang meninggal dunia sebelum keberangkatanproses penggantian akan mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Pemerintah berupaya agar tidak terjadi kekosongan kursi (open seat)sehingga kuota NTB tetap terpenuhi.
“Jika ada jemaah yang meninggaltentu akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Namun kuota NTB sebanyak 5.800-an itu insyaallah tetap terpenuhi,” katanya.
Untuk kloter pertamajemaah dijadwalkan berasal dari Kabupaten Lombok Timur dengan jumlah 387 orang. Mereka akan mulai masuk Asrama Haji Mataram pada Selasa21 April 2026 sekitar pukul 06.00 Wita.
Sementara keberangkatan kloter perdana dijadwalkan pada Rabu22 April 2026 sekitar pukul 03.00 Wita melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menuju Madinah.
“Seluruh kesiapan dan mitigasi yg dilaksanakan kemenhaj NTB status kesiapannya telah siap,” tandasnya.
Dengan berbagai persiapan yang telah dimatangkanpemberangkatan jemaah haji NTB tahun ini diharapkan berjalan lancaramandan memberikan kenyamanan maksimalterutama bagi jemaah lansia dan kelompok rentan. (F*)
Ket. Foto:
Kepala Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhamad Amin (tengah) memberikan keterangan dalam acara konferensi pers kesiapan pemberangkatan Jamaah Calon Haji NTB Tahun Haji 1447 Hijriyah/2026. (/fit)

