Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat kualitas aparatur negara melalui peningkatan kompetensi ASN. Hal ini diwujudkan dengan penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pengembangan Kompetensi (Musrenbangkom) ASN yang digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTBsekaligus dirangkai dengan rapat koordinasi kepegawaianSenin(8/12/25). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi NTB untuk menyiapkan ASN yang profesionaladaptifdan sesuai kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional.
Kepala BPSDM NTBHj. Baiq Nelly Yuniarti A.P.M.Simenyampaikan bahwa Musrenbangkom tahun ini mendapat kehormatan dengan hadirnya dua narasumber utama dari Badan Kepegawaian Negarayaitu Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif FakrullohS.H.M.M.yang menjabat sejak 7 Januari 2025dan Sekretaris Utama BKN RI Hj. Imas SukmariahS. Sos.MAP., Kehadiran pimpinan BKN, menjadi sinyal kuat bahwa NTB serius membangun pondasi sumber daya aparatur yang unggul.
> “Output yang ingin kami dapat dari Musrenbangkom ini adalah bagaimana rencana provinsi atau visi-misi gubernur untuk menerapkan sistem merit kepada ASN bisa kita wujudkan. Manajemen talenta hanya dapat diwujudkan bila diikuti dengan pengembangan kompetensi ASN,” jelasnya.
Menurut Baiq Nellysistem merityang mengedepankan profesionalitaskinerjadan kompetensihanya dapat berjalan apabila ASN mendapatkan peningkatan kapasitas secara terencana. Tanpa kompetensi yang memadaikata diapenerapan manajemen talenta dan sistem merit tidak akan optimal.
> “Tidak mungkin kita berbicara sistem merit kalau ASN kita tidak pernah dikembangkan kompetensinya. Karena itu melalui Musrenbangkom inikami berharap muncul output-output yang paling urgent untuk mendukung Asta Cita Presiden sekaligus melaksanakan visi misi Gubernur NTB,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh ASN diharapkan benar-benar memahami arah kebijakan presidengubernurserta kepala daerah masing-masing agar mampu bekerja selaras dengan tujuan pembangunan.
Musrenbangkom ASN kali ini diikuti oleh 10 kepala daerahserta jajaran asisten administrasi pembangunan yang membawahi BKDBKPSDMdan kepala Bappeda. Keterlibatan Bappeda dianggap sangat strategis karena lembaga tersebut memiliki peran dalam mengalokasikan anggaran pengembangan kompetensi ASN di masing-masing daerah.
> “Kami berharap kepala Bappeda memahami pentingnya anggaran untuk pengembangan kompetensi ASNsesuai instruksi Mendagri. Kita tidak mungkin menuntut ASN bekerja di luar kemampuannya tanpa meningkatkan kompetensinya,” tegasnya.
Baiq Nelly mendorong tiap pemerintah kabupaten/kota untuk semakin serius memperhatikan kualitas ASNmengingat tuntutan kerja birokrasi saat ini semakin tinggi dan membutuhkan SDM yang terus berkembang.
Melalui Musrenbangkom iniPemprov NTB menegaskan komitmennya bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisiktetapi juga pada penguatan kapasitas SDM birokrasi. Pengembangan kompetensi ASN dianggap sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas pelayanan publik dan keberhasilan pembangunan NTB ke depan.
> “Kami berharap setiap daerah mulai lebih memperhatikan ASN-nyaterutama dalam pengembangan kompetensi. Inilah saatnya kita bersama-sama menyiapkan aparatur yang benar-benar siap mendukung pembangunan NTB,” tutup Baiq Nelly. (F3)
Ket. Foto: Kepala BPSDM Provinsi NTBHj. Baiq Nelly YuniartiA.P.M.Si. (/fit)

