Riset Varietas Komoditas Tahan Cuaca Diperlukan untuk Atasi Gagal Panen di NTB

Mataram – Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian di Nusa Tenggara Barat (NTB). Musim penghujan yang sedang berlangsung menyebabkan banyak komoditas pertanian gagal panen, sehingga memicu lonjakan harga sejumlah komoditas, seperti cabai, tomat, dan bawang merah.

Wakil Ketua DPRD NTB, H. Lalu Wirajaya, menyoroti kenaikan harga cabai yang signifikan sebagai salah satu keluhan utama masyarakat. Meskipun sebagian petani memperoleh keuntungan, ketidakseimbangan pasar akibat fluktuasi harga menjadi masalah yang memerlukan perhatian serius.

“Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB perlu melakukan riset untuk menemukan varietas komoditas yang tahan terhadap cuaca ekstrem. Hasil riset ini dapat diterapkan di sektor pertanian untuk mengurangi kerugian akibat perubahan cuaca,” ungkap Lalu Wirajaya, Minggu (19/1/2025).

Ia menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengembangkan benih unggul yang tahan terhadap cuaca, hama, dan tantangan lainnya. Dengan cara ini, petani dapat lebih siap menghadapi perubahan iklim yang kerap menjadi penyebab kerugian besar, sekaligus mengurangi fluktuasi harga komoditas yang merugikan konsumen.

Varietas Tahan Cuaca Jadi Solusi
Menurut Lalu Wirajaya, beberapa varietas cabai yang telah terbukti tahan terhadap cuaca ekstrem, seperti cabai cemeti, cabai Tit super LV, dan cabai Senopati, dapat menjadi pilihan bagi petani di NTB. Cabai cemeti memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit dan cocok ditanam di musim hujan. Sementara itu, cabai Tit super LV dapat ditanam sepanjang tahun, dan cabai Senopati memiliki keunggulan tahan terhadap serangan hama serta cocok untuk dataran rendah hingga menengah.

Langkah jangka pendek dan panjang
sebagai solusi jangka pendek, pemerintah dapat mempertimbangkan mendatangkan cabai dari luar daerah untuk menstabilkan harga. Namun, Lalu Wirajaya menegaskan bahwa impor tersebut harus diawasi secara ketat agar tidak memicu inflasi atau merugikan petani lokal.

“Kontrol pasar sangat penting agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi cuaca untuk menaikkan harga secara berlebihan,” tambahnya.

Lalu Wirajaya berharap upaya riset dan pengembangan varietas unggul ini dapat memberikan dampak jangka panjang yang positif, terutama dalam menjaga stabilitas produksi dan harga komoditas pertanian. Dengan langkah ini, petani di NTB dapat lebih sejahtera dan masyarakat dapat menikmati harga pangan yang lebih terjangkau. (F3)

Ket. Foto:
Wakil Ketua I DPRD NTB, H. Lalu Wirajaya. ()

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Lantik 35 Pejabat Fungsional, Sekda NTB Dorong Birokrasi Fleksibel dan Berbasis Hasil

Mataram — Sebanyak 35 pejabat fungsional lingkup Pemerintah Provinsi NTB resmi dilantik. Pelantikan yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, itu menjadi bagian...

Pemprov NTB dan Kabupaten/Kota Perkuat Tata Kelola Data untuk Peningkatan Indeks SDI

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTB memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas tata kelola data melalui Sosialisasi Evaluasi Penyelenggaraan...

Pemkot Mataram–BPN Mataram Perkuat Pengamanan Aset Daerah

Mataram — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H.Lalu Alwan Basri, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pertanahan Kota Mataram guna memperkuat koordinasi terkait permintaan dan...

YBM PLN Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Anak Panti Asuhan

Sumbawa - Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat terus...

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026, Kapolresta Mataram Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan

Mataram – Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., MH., memimpin langsung kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang berlangsung di...