Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) meresmikan Maintenance & HSSE Control Center (MHCC) yang berlokasi di PLN UP2D NTB sebagai Center of Excellent dan bagian dari penguatan transformasi digital pengelolaan aset serta keselamatan kerja. Peresmian ini menjadi langkah strategis PLN dalam meningkatkan keandalan sistem distribusi sekaligus memastikan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten dan terukur.
Peresmian dilakukan oleh Komisaris Independen PLN Ali Masykur Musabersama Direktur Distribusi PLN Arsyadany G. Aklamaputriserta General Manager PLN UIW NTB Sri Heny Purwanti. Hadir pula di lokasi GM PLN UIP Nusra Rizki Aftariantojajaran manajemen PLN PusatPLN UIW NTBdan PLN UIP Nusra sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan tata kelola operasional kelistrikan di NTB.
Maintenance Control Center dirancang sebagai pusat kendali pemantauan kondisi aset distribusi secara real-timekhususnya aset kubikel 20 kV di lingkungan UP2D NTB. Sistem ini dilengkapi Early Warning System (EWS) yang terintegrasi dengan sensor thermalarchingsupply monitoringsehingga potensi anomali teknis dapat terdeteksi lebih dini untuk ditangani secara preventif.
Selain EWSpada Maintenance Control Center juga dilengkapi dengan monitoring CCTVsehingga status keamanan gardu induk dan gardu hubung dapat dipantau secara real-timemendukung percepatan pemulihan gangguan serta perbaikan kinerja keandalan sistemtermasuk indikator SAIDI dan SAIFI.
PLN UIW NTB juga telah mengintegrasikan 848 keypoint pengamanan jaringan distribusi ke dalam sistem SCADA dengan capaian 100 persen integrasi online yang dapat pula dipantau kesiapan eksekusi remote dari Maintenance Control Center.
Melalui implementasi Maintenance Control Center berbasis Internet of Things (IoT)PLN mampu beralih dari pola inspeksi konvensional menuju digitalisasi pemantauan kesehatan dan kesiapan aset. Parameter kesehatan dan kesiapan aset kini dapat dipantau secara kontinuyang berdampak langsung pada peningkatan keandalan peralatanefisiensi pemeliharaanserta mitigasi gangguan sebelum berdampak pada pelanggan.
Direktur Distribusi PLN Arsyadany G. Aklamaputri menegaskan bahwa modernisasi pengelolaan distribusi tidak dapat dipisahkan dari komitmen terhadap keselamatan kerja. “Pengelolaan distribusi modern tidak pernah lepas dari penerapan dan kepatuhan terhadap K3. Keselamatan adalah hal utamabaik bagi petugasmasyarakatmaupun peralatan. Teknologi harus menjadi alat untuk memastikan setiap pekerjaan berlangsung aman dan sesuai standar,” ujarnya.
Pada aspek keselamatan, HSSE Control Center hadir sebagai sistem pengawasan K3 online untuk pekerjaan berisiko tinggi. Sepanjang Januari hingga November 2025PLN UIW NTB mencatat capaian Zero Accident dengan nihil fatalityluka beratdan luka ringandi tengah tingginya aktivitas operasional. Sistem ini memungkinkan pengawasan berlapis secara real-time melalui CCTV mobilemelibatkan tim K3pengawas pekerjaanhingga manajemen
General Manager PLN UIW NTB Sri Heny Purwanti menyampaikan bahwa kehadiran Maintenance & HSSE Control Center merupakan fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang aman dan andal. “Kami tidak hanya membangun sistemtetapi juga membentuk mindset. Keselamatan adalah budayadan keandalan pasokan listrik hanya bisa dicapai jika seluruh insan PLN bekerja dengan patuh K3 dan didukung pengawasan yang kuat,” jelasnya.
Dengan beroperasinya Maintenance & HSSE Control CenterPLN UIW NTB menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andalamandan berkelanjutan melalui inovasi berbasis digital. Inisiatif ini sekaligus memperkuat peran PLN sebagai penyedia energi yang adaptif terhadap tantangan operasional modernserta berorientasi pada keselamatankeandalandan kepuasan pelanggan di Nusa Tenggara Barat. (F*)
Ket. Foto: Kegiatan Peresmian Maintenance & HSSE Control Center (MHCC) yang berlokasi di PLN UP2D NTB sebagai Center of Excellent dan bagian dari penguatan transformasi digital pengelolaan aset serta keselamatan kerja. (Ist)

