DPRD NTB Sahkan Perubahan APBD 2025

Mataram – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun Anggaran 2025. Pengesahan dilakukan dalam Sidang Paripurna DPRD NTB yang digelar pada Jumat, (26/9) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, menyampaikan rincian komponen perubahan, baik dari sisi pendapatan, belanja hingga pembiayaan daerah.

Dalam penyampaian tersebut, dijelaskan bahwa pendapatan daerah NTB semula sebesar Rp6.330.408.413.375, mengalami kenaikan sebesar Rp156.377.707.156, sehingga total pendapatan daerah setelah perubahan menjadi Rp6.486.786.120.531.

Sementara itu, belanja daerah yang sebelumnya sebesar Rp6.232.609.687.383, bertambah Rp264.053.130.521, sehingga total belanja setelah perubahan mencapai Rp6.496.662.817.904. Dengan kenaikan belanja yang lebih tinggi dari pendapatan, perubahan APBD ini mencatat defisit sebesar Rp6.899.697.373.

Untuk menutupi defisit tersebut, pemerintah daerah melakukan penyesuaian pada pos pembiayaan. Dengan struktur ini, sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tercatat nol rupiah, menandakan perencanaan yang diklaim lebih presisi dan proporsional.

“Rancangan keputusan DPRD terkait pengesahan perubahan APBD ini dituangkan dalam Keputusan DPRD Provinsi NTB Nomor 22 Tahun 2025, yang disahkan pada akhir sidang paripurna”, tutup Isvie.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri dalam sambutannya menegaskan, bahwa APBD adalah instrumen utama dalam memastikan jalannya pembangunan. 

 “APBD adalah instrumen utama untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran, efektif dan berkeadilan”, ujarnya.

Menurut Umi Dinda, APBD bukan sekadar angka melainkan instrumen utama yang menentukan arah dan efektivitas pembangunan daerah.

“Kami menyadari bahwa APBD adalah instrumen utama untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran, efektif dan berkeadilan. Oleh karena itu, perubahan yang kita tetapkan hari ini harus mampu menguatkan berbagai sektor prioritas pembangunan di daerah kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, Umi Dinda menyatakan bahwa keputusan ini akan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan dan pelayanan publik di NTB. Ia juga menegaskan pentingnya pengawalan pelaksanaan perubahan APBD secara bertanggung jawab dan berintegritas.

Penetapan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah dan akselerasi pembangunan Provinsi NTB ke depan dan diharapkan dapat bergerak lebih adaptif dalam menanggapi tantangan yang ada, serta mendorong percepatan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah NTB. (F3)

Ket. Foto:

Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri dan Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda bersama dua pimpinan Paripurna lainnya Lalu Wirajaya dan Yek Agil saat menandatangani Pengesahan APBD Perubahan 2025 dalam rapat paripurna DPRD NTB. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Kunjungi Dua Kantah di Sumut, Wamen Ossy Pantau Kesiapan WBBM dan Serahkan Sertipikat

 Medan -  Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) Ossy Dermawan melakukan kunjungan kerja ke dua Kantor Pertanahan...

PLN UIW NTB Tegaskan Komitmen Keandalan Listrik Ramadan melalui Pemeliharaan Preventif

Lombok Barat – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah....

DPRD NTB Desak Pemprov Urungkan Rencana PHK 518 Honorer

Mataram - Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Made Selamet, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan terkait rencana...

Musim Hujan Masuki NTB, Muzihir Imbau Masyarakat Waspadai Banjir dan DBD 

Mataram - Wakil Ketua III DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Muzihir mengimbau masyarakat Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi...

Wabup UNA Ajak Bangun Lombok Barat Lombok Barat dengan Kolaborasi

Lombok Barat - Baru tiga bulan sejak dilantik, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat, Lazadha (Lalu Ahmad Zaini – Ummi Nurul Adha), terus...