Seorang ART Ditangkap Polisi Usai Curi Barang Berharga Majikannya

Mataram – Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial HH (28)warga Lombok Timurharus berurusan dengan pihak kepolisian setelah diduga mencuri barang berharga milik majikannya. Tim Reskrim Polsek Sandubaya mengamankan HH pada Kamis pagi (30/01/2025) setelah aksinya terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV).

Peristiwa ini terjadi saat majikan HH sedang berada di luar kota dalam perjalanan ke Jepang. Sekembalinya ke rumahkorban terkejut mendapati brankas yang disimpan di dalam lemari kamar telah raib. Tak hanya itusebuah laptop dan ponsel milik korban juga hilang. Total kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Kapolsek SandubayaKompol Imam Maladi SIK.melalui Kanit Reskrim Ipda Kadek Arya S.SH.menjelaskan bahwa HH memanfaatkan situasi rumah yang kosong untuk melancarkan aksinya.

"Terduga datang ke rumah majikannya dengan alasan membersihkan rumah. Namunsaat berada di dalamia tergoda untuk mengambil barang berharga. Ia masuk ke kamar majikanmengambil laptopponseldan bahkan membawa kabur brankas berisi uang tunai dalam mata uang rupiah serta dolarjuga beberapa surat penting," ungkap Ipda Kadek Arya.

Menindaklanjuti laporan korbanpolisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Rekaman CCTV menjadi bukti utama yang membantu petugas mengidentifikasi pelaku. Tak butuh waktu lamakeberadaan HH berhasil dilacakdan ia akhirnya ditangkap di rumah majikan barunya di wilayah Kecamatan Ampenan.

"Dari tangan terdugakami berhasil mengamankan barang bukti berupa brankassebuah parang besar yang digunakan untuk membukanyasurat-surat pentingserta laptop yang sempat digadaikan oleh pelaku," tambahnya.

Saat diperiksaHH mengakui perbuatannya dan berdalih nekat mencuri karena alasan ekonomi serta melihat adanya kesempatan. KiniHH harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencuriandengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam memilih pekerja rumah tangga serta memastikan keamanan rumah saat bepergian dalam waktu lama.

(F3)

Ket. Foto:
HH saat diperiksa dan diamankan di Mapolresta Mataram. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

APBD Perubahan NTB 2025 Disepakati, Pendapatan Daerah Naik 2,52 Persen

Mataram -  DPRD Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama DPRD NTB secara resmi menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan...

Bupati LAZ Semua Pihak Kolaborasi dan Kompak Membangun Lobar

Lombok Barat - Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ) tiba di Lombok BaratSabtu1 Maret 2025setelah sebelumnya mengikuti retreat kepala daerah di MagelangJawa Tengah...

Kuasa Hukum Termohon Lahan Gili Sudak Siap Gugat Balik: “Hukum Masih Membuka Ruang Perlawanan!”

Mataram - Meskipun proses eksekusi lahan di Gili SudakKecamatan SekotongLombok Barattelah dilaksanakan pada Kamis (24/4/2025)kuasa hukum dari tiga pihak termohon eksekusi yakni Brigjen Pol...

Politeknik Agraria STPN Tawarkan Program Studi Khusus di Bidang Agraria, Pertanahan, dan Tata Ruang

Sleman - Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN)menawarkan program studi...

Kemeterian ATR/BPN Tegaskan Pendaftaran Tanah Ulayat Bukan untuk Jadikan Tanah Adat sebagai Tanah Negara

Kampar - Staf Khusus Menteri Bidang Reforma Agraria pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)Rezka Oktoberiamenegaskan bahwa program pendaftaran tanah ulayat...