Inflasi NTB Naik, Tapi Ekonomi Tetap Kuat : NTP dan Ekspor Melonjak

Mataram – Inflasi Nusa Tenggara Barat (NTB) menembus 4,03 persen secara tahunan pada Agustus 2026. Namunkenaikan harga tersebut belum menjadi gambaran utuh kondisi ekonomi daerah. Di tengah tekanan inflasidaya tukar petani justru menguatpariwisata menggeliatmobilitas masyarakat meningkatdan ekspor NTB melonjak.

BPS NTB mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) naik menjadi 129,67jumlah wisatawan nusantara mencapai 1,41 juta orangsementara nilai ekspor Januari–Juli 2026 tercatat US$166,08 juta. Angka-angka ini menunjukkan ekonomi NTB sedang menghadapi tekanan hargatetapi pada saat yang sama masih memiliki daya tahan dan sejumlah mesin pertumbuhan yang tetap bergerak.

Kontras angka tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga memang menjadi tekanan yang harus diwaspadaitetapi tidak serta-merta menggambarkan melemahnya seluruh perekonomian NTB. Di tengah tekanan inflasisejumlah sektor produktif dan aktivitas ekonomi masyarakat justru memperlihatkan daya tahan yang kuat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Dr. Drs. WahyudinMMsaat merilis Berita Resmi Statistik 

menjelaskaninflasi y-on-y NTB pada Agustus 2026 mencapai 4,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,85. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bima sebesar 4,49 persensementara terendah di Kota Mataram sebesar 3,95 persen. Secara month to month (m-to-m)inflasi Agustus tercatat 0,57 persen dan secara year to date (y-to-d) sebesar 2,35 persen.

Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makananminuman dan tembakau yang mengalami inflasi 4,82 persen. Sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam rascabai rawit dan beberapa jenis ikan turut memberikan andil terhadap kenaikan hargadi tengah dinamika permintaanproduksi dan kondisi cuaca.

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah kelompok pengeluaran lainnyatermasuk informasikomunikasi dan jasa keuangan. Namuntekanan tersebut tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditasantara lain tomatbawang merahbawang putihbiaya sekolah menengah atas dan bensin.

Sementara itu Kepala Dinas KomunikasiInformatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTBDr. H. Ahsanul Khalikmengatakan inflasi tersebut harus dibaca sebagai alarm bagi pemerintah untuk memperkuat pengendalian hargaterutama terhadap komoditas yang langsung memengaruhi daya beli masyarakat.

“Inflasi adalah alarm. Karena itu harus kita jawab dengan pengendalian harga yang lebih kuat. Tetapi kita juga harus melihat indikator ekonomi secara utuh,” kata pria yang akrab disapa Aka saat menghadiri Rilis BPS di Aula Tambora Kantor BPS NTBSelasa (1/9/2026).

Salah satu indikator yang memperlihatkan daya tahan tersebut adalah NTP. Pada Agustus 2026NTP NTB mencapai 129,67meningkat 1,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP terutama didorong Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang meningkat 1,51 persensementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,07 persen.

Kondisi ini menunjukkan daya tukar petani membaik. Lima subsektor bahkan mencatat NTP di atas 100yaitu tanaman pangan sebesar 125,93hortikultura 189,58tanaman perkebunan rakyat 111,09peternakan 118,96 dan perikanan 113,16.

Bagi pemerintah daerahperkembangan NTP menjadi indikator penting karena menunjukkan bahwa sektor produksi masyarakat masih memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai ekonomi di tengah tekanan harga.

“Ketika harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi daripada harga yang mereka bayardaya tukarnya membaik. Ini menjadi salah satu modal penting bagi ketahanan ekonomi masyarakat,” ujar Aka.

Ketahanan tersebut juga terlihat dari pergerakan sektor pariwisata. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Juli 2026 mencapai 51,54 persennaik 6,68 poin dibandingkan Juni dan meningkat 1,62 poin dibandingkan Juli 2025.

Jumlah wisatawan nusantara mencapai 1.410.478 orangmeningkat 15,95 persen dibandingkan Juli 2025. Sementara jumlah wisatawan mancanegara yang melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) tercatat 9.039 orangmeningkat 29,50 persen dibandingkan Juni.

Peningkatan aktivitas pariwisata tersebut turut menggerakkan mobilitas masyarakat. Jumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut pada Juli 2026 meningkat 26,52 persen secara bulanansedangkan penumpang yang berangkat naik 23,57 persen.

Pada penerbangan domestikpenumpang datang mencapai 129.516 orang atau meningkat 20,59 persen dibandingkan Junisementara penumpang berangkat mencapai 125.228 orang atau naik 19,57 persen.

Aktivitas ekonomi NTB juga tercermin dari kinerja perdagangan luar negeri yang tumbuh sangat kuat.

Nilai ekspor NTB sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai US 166,08 juta atau naik 38,90 persen secara tahunan.

Tembaga menjadi komoditas ekspor terbesar pada Juli dengan kontribusi 93,55 persendisusul perhiasan dan permata serta ikan dan udang. Negara tujuan utama ekspor NTB antara lain TiongkokThailandKorea SelatanVietnam dan Taiwan.

Pada periode yang samanilai impor Januari–Juli 2026 tercatat US$47,87 jutaturun 72,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Akarangkaian indikator tersebut memperlihatkan bahwa perekonomian NTB sedang menghadapi tekanan hargatetapi memiliki fondasi yang tetap bergerak.

“Inflasi harus kita kendalikan karena menyangkut daya beli masyarakat. Tetapi NTP yang menguatpariwisata yang tumbuhmobilitas yang meningkat dan ekspor yang melonjak menunjukkan bahwa kita memiliki daya tahan ekonomi,” katanya.

Karena itupengendalian inflasi dan penguatan sektor produktif tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah perlu memastikan pasokan dan distribusi pangan tetap terjagasembari memperkuat sektor yang menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Penguatan produksi pertanianpengembangan pariwisatapeningkatan nilai tambah komoditas serta perluasan perdagangan menjadi bagian penting agar aktivitas ekonomi terus menciptakan pendapatan dan menjaga daya beli.

Bagi Pemprov NTBkenaikan inflasi menjadi pengingat untuk bekerja lebih responsif terhadap perubahan hargasementara perkembangan NTPpariwisata dan ekspor menjadi modal untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.

Aka menegaskanpemerintah tidak ingin mengabaikan tekanan inflasitetapi juga tidak ingin melihat perekonomian daerah hanya dari satu indikator.

“Alarmnya harus kita dengarkantetapi kita juga harus tahu bahwa kita punya modal untuk menjawabnya. Tugas pemerintah adalah menjaga hargamemperkuat produksi dan memastikan pertumbuhan ekonomi memberi manfaat yang semakin luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Data BPS tersebut pada akhirnya memperlihatkan dua sisi perekonomian NTB pada saat yang sama. Di satu sisiinflasi 4,03 persen menuntut kewaspadaan dan pengendalian. Di sisi lainNTP 129,67pertumbuhan pariwisatameningkatnya mobilitas masyarakat dan lonjakan ekspor menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tetap memiliki tenaga.

Inflasi adalah alarm. Daya tahan ekonomi adalah modal. Bagi NTBtantangannya bukan memilih salah satunyatetapi memastikan keduanya dikelola bersama: menjaga harga tetap terkendali sembari memperkuat sektor-sektor produktif yang menopang pendapatandaya beli dan kesejahteraan masyarakat. (F*)

Ket. Foto:

Kegiatan Rilis Statistik BPS di Aula Tambora Kantor BPS NTB. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Hamdan Kasim Dorong Percepatan IPR Berbasis  Koperasi : Langkah Nyata Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB

Mataram  -  Ketua Komisi IV DPRD NTBHamdan Kasimmenegaskan pentingnya percepatan izin tambang rakyat berbasis koperasi sebagai langkah konkret dalam menghadirkan keadilan sosial dan menuntaskan...

Danrem 162/WB Apresiasi Percepatan Pembangunan Jembatan TMMD di Desa Kalabeso 

Sumbawa -  Komandan Korem 162/Wira BhaktiBrigjen TNI Moch. Sjajsul AriefS. Sos.memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim...

Gubernur NTB dan Insan Media Duduk Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pembangunan

Mataram - Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal duduk bersama para pimpinan media dan forum wartawan se-NTB di Pendopo Tengah Gubernurpada Rabu 7...

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Jakarta - Menanggapi pertanyaan wartawan terkait isu yang saat ini berkembangWakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN)Ossy Dermawanmenegaskan...

Closing Ceremony FORNAS VIII NTB Siap Digelar, Band Slank dan Kotak Siap Guncang Mataram 

Mataram - Persiapan menuju acara penutupan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan telah matang. Hal...