Pasang Patok, Cara Sederhana Cegah Sengketa Tanah dengan Tetangga

Jawa Tengah – Sengketa tanah bisa bermula karena hal yang tampak sepeleseperti tidak adanya batas tanah yang jelas. Keadaan itu bisa sewaktu-waktu berkembang menjadi perselisihan atau bahkan konflik antar tetangga yang berujung pada proses hukum.

Untuk mencegah konflik dan menjaga keamanan tanahada langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakatyaitu memasang patok tanda batas tanah. Nyatanyalangkah sederhana ini masih sering diabaikan oleh para pemilik tanah. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan (ATR/BPN)Nusron Wahiddalam berbagai kesempatan juga mengingatkan pentingnya keberadaan tanda batas tanah. 

“Dengan pemasangan tanda batastanahnya tambah aman. Dengan memasang patoktidak ada cekcok dan tidak ada tanahnya dicaplok oleh tetangganya maupun orang lain,” ujar Menteri Nusron saat acara Pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) di PurworejoJawa Tengah.

Proses pemasangan patok harus disaksikan juga oleh pemilik tanah yang berbatasan langsung. Dengan begitusemua pihak bisa melihat dan menyetujui langsung posisi patok dan potensi perselisihan soal batas tanah di kemudian hari dapat diminimalisir.

“Yang punya tanah diharapkan dapat memasang patok di tapal batas tanahnya masing-masing dengan terlebih dahulu meminta izin kepada pemilik tanah di sampingnya supaya terjadi kesepakatan mengenai batas tanah tersebut,” kata Menteri Nusron.

Langkah sederhana ini lebih mudah dan murah dibanding harus menyelesaikan sengketa di pengadilan. Bukan hanya bisa rugi materielkonflik batas tanah yang membesar juga bisa merusak hubungan sosial antartetangga.

Tanda batas tanah baiknya dipasang dengan tanda yang paten. Hindari penggunaan tanda alamiseperti pohonbatuatau gundukan tanah karena tanda itu bisa berubah seiring waktu. Kementerian ATR/BPN memiliki kriteria tanda batas tanah yang bisa diikuti oleh masyarakatyakni panjang minimal patok di 50 cmdengan 40 cm tertanam di dalam tanah dan 10 cm sisanya terlihat di permukaan tanah.

“Boleh patoknya berupa kayubetonatau besi. Intinyabatas tanah masing-masing harus diberi tanda yang jelas,” tegas Menteri Nusron.

Di tengah meningkatnya nilai tanah dan semakin padatnya permukimankejelasan batas tanah menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Patok-patok di sudut tanah mungkin terlihat sederhanatetapi keberadaannya dapat menjaga hak pemilik tanah sekaligus menjaga hubungan baik dengan tetangga sekitar. (*)

Ket. Foto:

Kegiatan Pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) di PurworejoJawa Tengah. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Terima Audiensi PWI NTB,  Gubernur Iqbal Tegaskan NTB Siap Jadi Tuan Rumah HPN 2027

 Mataram -  Gubernur NTB  Lalu Muhamad Iqbal berencana menjadikan provinsi Nusa Tenggara Barat mampu menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2027 mendatang. Eks...

Lelang Sisa Bangunan DPRD NTB Melalui KPKNL, Nilai Limit Sekitar Rp89 Juta

,  – Proses penghapusan sisa bangunan lama Gedung DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka. Lelang tersebut dilaksanakan melalui Kantor...

Gubernur NTB Pantau Arus Mudik Lebaran 2025, Moda Transportasi Laut dan Darat Meningkat

Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)Dr. Lalu Muhamad Iqbalturun langsung memantau arus mudik Lebaran 2025 di sejumlah titik strategisKamis (27/3). Beberapa lokasi yang...

Pemprov NTB Siapkan Bantuan Rp3 Miliar dan Kirim 30 Relawan Medis untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan akan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana yang terjadi di AcehSumatera Utaradan Sumatera Barat. Bantuan...

KBI Tuntaskan 16 Kategori Lomba BEP dalam Sehari di FORNAS VIII NTB

Mataram - Induk Organisasi Komunitas BEPers Indonesia (KBI) sukses menyelenggarakan seluruh rangkaian perlombaan Bio Energi Power (BEP) dalam satu hari penuh di Festival Olahraga...