Bincang Kamisan Diskominfotik NTB: Kolaborasi Adat, Hukum dan Literasi Digital dalam Mencegah Kawin Belia 

Mataram – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas KomunikasiInformatikadan Statistik (Diskominfotik) NTB kembali menggelar Bincang Kamisanedisi ke-7Kamis (26/6). Mengangkat tema “Kawin Belia dalam Budaya Sasak dan Akulturasinya”diskusi ini membedah persoalan kawin usia dini dari berbagai sudut pandanghukumbudayakesehatanhingga peran media sosial.

Bincang Kamisan ini menghadirkan tiga narasumber Guru Besar Universitas MataramProf. GalangKetua Majelis Adat SasakDr. Lalu Sajim SastrawanAktivis perempuan NTBNurjanahS.Pd. 

Aktivis perempuan sekaligus Direktur Inspirasi NTBNurjanahmenyampaikan  bahwa kasus pernikahan dini di Provinsi NTB terbanyak bukan di Lombokmelainkan di Kabupaten Bimadisusul SumbawaDompudan Sumbawa Barat.

“Ini bukan isu individumelainkan sistemik. Minimnya literasi gendertabu membicarakan seksualitasdan tekanan sosial jadi penyebab utama,” tegasnya. Ia pun mendorong kolaborasi lintas sektortermasuk pelibatan tokoh adat dan agama untuk kampanye perlindungan anak.

Guru Besar Universitas MataramProf. Galangmenegaskan bahwa kawin belia yang melibatkan anak di bawah umur adalah bentuk pelanggaran hukum. “Negara hukum menuntut semua pihak termasuk masyarakat adat untuk patuh pada aturan. Maka kawin belia di bawah umur jelas bertentangan dengan undang-undang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi dalam kurikulum sekolah serta kehadiran negara dalam mengedukasi masyarakat. “Dampak pernikahan dini tak hanya di kesehatantapi juga ekonomi dan sosial,” imbuhnya.

Ketua Majelis Adat SasakDr. Lalu Sajimmeluruskan persepsi umum bahwa kawin belia adalah bagian dari budaya Sasak. Menurutnyaitu hanyalah hasil akulturasi nilai sosial yang berubah seiring waktu.

“Adat Sasak mendukung kemaslahatan. Pernikahan adalah tanggung jawab besarbukan kewajiban yang dibebankan sejak usia dini,” tegasnya. Ia mendukung gerakan pentaholikyakni keterlibatan pemerintahtokoh adatagamadan masyarakat dalam menanggulangi persoalan ini.

Dari kalangan mudaFarah Ginanyang juga seorang jurnalis ini  menilai media sosial dapat menjadi alat kampanye perubahan. “Budaya bisa dilestarikan tanpa mengorbankan hak anak. Anak muda harus ambil peran menciptakan narasi baru lewat digital dan komunitas,” ujarnya.

Diskusi ditutup dengan kesepakatan bahwa persoalan kawin belia hanya bisa dituntaskan lewat pendekatan multidisipliner hukumsosialbudayapendidikan dan kolaborasi semua pihak. Pemerintahmasyarakat adatakademisiserta kelompok sipil harus bersinergi demi generasi NTB yang lebih baik. (F3)

Ket. Foto:

Kegiatan Bincang Kamisan Diskomifotik NTab edisi ke 7 di ruang Command Center Kantor Gubernur NTB. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Residivis Kambuhan Ditangkap, Ngaku Menjambret di 11 TKP di NTB

Mataram - Tak kapok meski pernah keluar-masuk penjaraSR (36)residivis asal Lombok Tengahkembali harus berurusan dengan hukum. Pria ini diringkus Tim Puma Jatanras Direktorat Reserse...

Hasil Tes Urine Seluruh Anggota DPRD NTB Negatif Narkoba

Mataram - Seluruh anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjalani tes urine mendadak oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB pada Senin (20/1)...

HMI Bali-Nusra Kritik Keras Dirkrimum Polda NTB, Penetapan Tersangka Efan Limantika Dinilai Janggal

,Mataram - Ketua HMI Badan Koordinasi (Badko) Bali–NusraAbdul Halikmengkritisi keras pernyataan Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda NTBKombes Pol Syarif Hidayatterkait pengumuman penetapan tersangka terhadap...

Mutasi sebagai Momentum Konsolidasi Kebijakan: Catatan Birokrasi NTB Memasuki Tahun Kedua

Oleh: Dr. H. Ahsanul Khalik - Kadis Kominfotik NTBSuasana Aula Tambora Kantor Gubernur NTBJumat soreterasa khidmat sekaligus penuh makna. Ratusan aparatur sipil negara berdiri...

Pesta Narkoba Digerebek Polisi, Lima Terduga Beserta Sabu dan Alat Hisap Diamankan

Mataram -  Empat pria dan seorang perempuan yang tengah asik pesta narkoba diamankan dalam penggerebekan oleh Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram di sebuah rumah...