Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Intervensi Stunting yang Presisi

Lombok Barat – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa penanganan stunting harus dimulai dari pendataan yang akurat dan menyeluruh agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.

“Kesimpulannya adalah kalau stunting ini yang paling perlu adalah pendataan. Datanya harus betul-betul akurat. Tidak satu faktor yang membuat terjadinya stunting. Bisa jadi genetik, sanitasi buruk, rumah tidak layak huni sehingga rentan terkena TBC dan kelembapan. Tidak ada satu solusi untuk stunting ini. Yang jelas, kalau kita punya data yang baik dan akurat maka kita bisa membangun kebijakan yang lebih presisi sesuai jenis intervensi yang dibutuhkan masing-masing anak,” tegas Gubernur, saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Gerung dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah, Kamis, (26/2)

Miq Iqbal, sapaan Gubernur juga memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan Puskesmas Gerung dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menangani stunting. 

“Banyak sekali kegiatan puskesmas dalam rangka menangani stunting. Saya ucapkan terima kasih atas upaya intervensi yang serius yang dilakukan Lombok Barat, termasuk pembagian susu. Kita juga akan membantu melakukan identifikasi di daerah-daerah lain, karena saya yakin kebutuhan intervensi di setiap tempat berbeda-beda,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun angka stunting di NTB menunjukkan tren penurunan, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan. 

“Alhamdulillah ada penurunan stunting, tapi ini perlu terus ditingkatkan. Ini masalah yang sangat serius karena menyangkut masa depan anak-anak kita. Kita harus memberdayakan masyarakat untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik. Kolaborasi harus kita lakukan, termasuk melalui program desa berdaya di desa-desa dengan kemiskinan ekstrem yang juga memiliki angka stunting tinggi,” jelasnya.

Gubernur juga menekankan bahwa upaya pengentasan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya mengentaskan stunting. Ini butuh dukungan semua pihak. Pemerintah tidak bisa menyelesaikan sendiri. Peran ibu-ibu sangat penting, terutama yang anaknya sudah menunjukkan kemajuan, untuk bersama-sama saling mendukung,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi istri yang juga Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia, serta berdialog langsung dengan para ibu dan kader posyandu setempat. 

Dalam dialog tersebut, Gubernur juga menyoroti persoalan pernikahan usia anak yang berpotensi meningkatkan risiko stunting. Ia mengingatkan pentingnya kesiapan kesehatan, mental, dan finansial sebelum memutuskan untuk memiliki anak.

Sementara itu, Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia, dalam arahannya menyampaikan bahwa pekerjaan rumah dalam penanganan stunting masih sangat besar. Ia menekankan pentingnya pencegahan bagi anak-anak yang berisiko menuju stunting.

“PR kita dalam penanganan stunting ini sangat berat. Ada anak-anak yang menuju stunting dan harus kita jaga agar jangan sampai benar-benar stunting. Ibu-ibu yang sudah berhasil menjaga anaknya tetap sehat agar bisa membantu ibu-ibu lain yang masih berjuang,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak menjadikan pernikahan usia anak sebagai solusi atas persoalan sosial dan ekonomi.

“Tolong dipesankan kepada anak-anak dan keluarga bahwa menikah bukan solusi, justru bisa menambah masalah jika belum siap. Perkuat peran kader dalam memberikan edukasi tentang stunting,” tegasnya.

Menutup arahannya, Sinta Agathia mengingatkan pentingnya kerja keras sejak dini demi masa depan anak.

“Lebih baik kita capek sekarang daripada menyesal ketika anak-anak kita sudah besar. Masa depan mereka bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini,” pesannya.

Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, memperbaiki kualitas data, serta memastikan intervensi yang lebih tepat sasaran dalam upaya percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah NTB. (F*)

Ket. Foto: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Ketua TP PKK Sita Agathia dalam kunjungannya di Puskesmas Gerung, Lombok Barat. (Ist)

Sumber: Diskominfotik NTB.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Ketahanan Pangan Kuat, Muazzim Akbar : Kita Kawal Harga Gabah dan  Pupuk Petani

Lombok Tengah  -  Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional dengan melindungi para petani sebagai garda terdepan kedaulatan...

Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

Aceh - Bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi menanamkan kekhawatiran di benak masyarakat. Bencana bisa menimbulkan kerusakan pada akses, fasilitas, hingga...

Gubernur  Sampaikan Duka Mendalam dari NTB untuk Juliana Marins, Wisatawan Brasil Korban Kecelakaan di Rinjani

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan ungkapan duka cita mendalam atas wafatnya Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang...

Capaian Pendapatan NTB Diapresiasi Mendagri, Yusron Hadi: Ini Energi Baru untuk Percepatan Pembangunan

Mataram  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan terimakasih kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan jajaran atas pengakuan dan apresiasi terhadap capaian kinerja...

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Aceh, Pembangkit Mulai Beroperasi  

Aceh Tamiang – PT PLN (Persero) berhasil memulihkan kembali jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu (17/12) pukul 13.30 WIB. Kini,...