BerandaLombok BaratDari Limbah Jadi Peluang, Mahasiswa UNRAM Edukasi Warga Olah Manggis Jadi Teh

Dari Limbah Jadi Peluang, Mahasiswa UNRAM Edukasi Warga Olah Manggis Jadi Teh

Date:

Berita terkait

BPN Kota Mataram: Wajah Baru, Semangat Baru dalam Pelayanan Pertanahan

Mataram – Transformasi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata...

Bentuk Kepedulian terhadap Sesama, Kementerian ATR/BPN Gelar Bazar Ramadan 1447 H

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Lombok Barat — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram Tahun 2025–2026 melaksanakan salah satu program kerja pengolahan kulit manggis menjadi teh herbal di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah hasil pertanian menjadi produk bernilai guna serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Program kerja tersebut dilatarbelakangi oleh melimpahnya buah manggis di Desa Batu Mekar yang selama ini menyisakan limbah kulit manggis dalam jumlah besar.Desa Batu Mekar sendiri terkenal dengan julukan penghasil “MADURA” (Manggis, Durian, Rambutan).Kulit manggis yang umumnya dibuang dinilai memiliki potensi untuk diolah menjadi produk herbal karena kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram mengolah kulit manggis melalui beberapa tahapan, mulai dari pembersihan, pemotongan, pengeringan, hingga penggilingan menjadi bubuk. Bubuk kulit manggis tersebut kemudian dicampurkan dengan bahan herbal lain, yaitu cengkeh dan kayu manis. Komposisi yang digunakan dalam pembuatan teh herbal ini adalah 8 gram bubuk kulit manggis, 1 gram bubuk cengkeh, dan 1 gram bubuk kayu manis untuk kemudian di masukkan ke dalam kantong teh. 

Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Batu Mekar menyampaikan bahwa penggabungan bahan herbal tersebut bertujuan untuk meningkatkan cita rasa sekaligus memperkaya khasiat teh. Selain praktik pengolahan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat, serta kelompok-kelomopok tani mengenai teknik proses pembuatan, pengemasan, serta peluang pengembangan produk sebagai usaha skala rumah tangga.Dari sisi ekonomi, pengolahan kulit manggis menjadi teh herbal dinilai berpotensi meningkatkan nilai tambah hasil pertanian desa. Limbah kulit manggis yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual dapat diolah menjadi produk siap konsumsi yang berpeluang dikembangkan sebagai usaha mikro atau usaha rumah tangga.Hal ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, menambah pendapatan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Masyarakat Desa Batu Mekar menyambut baik dan mengapresiasi program kerja tersebut. Warga menilai inovasi pengolahan kulit manggis menjadi teh herbal dapat menjadi alternatif pemanfaatan limbah pertanian yang selama ini belum dimaksimalkan.

Dari sisi kesehatan, teh herbal kulit manggis diketahui mengandung senyawa antioksidan yang berperan dalam membantu menangkal radikal bebas, mengurangi resiko penyakit jantung, hingga menjaga kesehatan kulit. Penambahan cengkeh dan kayu manis juga berkontribusi terhadap aroma, rasa, serta manfaat herbal, seperti membantu menjaga daya tahan tubuh dan mendukung kesehatan pencernaan, jantung dan lainnya. Meski demikian, mahasiswa KKN menekankan bahwa konsumsi teh herbal ini ditujukan sebagai minuman pendukung kesehatan, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.Teh herbal kulit manggis ini aman dikonsumsi dari kalangan anak-anak, dewasa, hingga kalangan tua.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Tahun 2025–2026 berharap pengolahan teh herbal kulit manggis dapat menjadi salah satu contoh inovasi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Batu Mekar.

- Advertisement -

Langganan GRATIS

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Berita Terbaru