BerandaGaya HidupKomunitasPWI NTB Dukung Penuh Program Rekonsiliasi Akhmad Munir

PWI NTB Dukung Penuh Program Rekonsiliasi Akhmad Munir

Date:

Berita terkait

Ambil Sertipikat di Hari Libur, Masyarakat: Benar-Benar Pengalaman Terbaik

Karawang - Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada...

BPN Kota Mataram Gelar Buka Puasa Bersama IPPAT, Perkuat Sinergi Pelayanan Pertanahan

Mataram – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan...

Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi

​Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat

Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

 

Koran Lombok, Mataram – Akhmad Munir atau Cak Munir terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat pada Kongres Persatuan PWI 2025 di BPPTIK Komdigi Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Sabtu Malam (30/8/2025). 

Untuk itu, PWI NTB mengapresiasi pelaksanaan Kongres Persatuan PWI yang berlangsung sukses dan lancar,  serta menghasilkan kepemimpinan baru periode 2025-2030. 

“Selamat pada Cak Munir yang terpilih secara demokratis sebagai Ketua PWI periode 2025-2030 . Kami (PWI NTB) siap tegak lurus mendukung penuh kepemimpinannya,” tegas Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin didampingi Sekretaris Fahrul Mustofa dalam pesan tertulisnya, Minggu 31 Agustus 2025. 

Menurut Ikliludin, sesuai semangat yang diusung dalam kongres untuk persatuan, maka diharapkan kedepan tidak ada lagi konflik yang membuat organisasi profesi wartawan terbesar di Indonesia ini terpecah. 

“Kami mendukung penuh program rekonsiliasi yang akan dilakukan Ketua Umum terpilih Bapak Akhmad Munir demi kepentingan PWI yang lebih besar kedepan,” ujarnya. 

Selain itu, peningkatan kualitas anggota PWI melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) atau pelatihan-pelatihan yang sempat tertunda akibat konflik PWI, bisa segera dilakukan kembali. 

“Sinergi pusat dan daerah juga sangat penting. Karena itu, kami mendukung penuh program-program Ketua Umum PWI dalam rangka memajukan organisasi ini sebagai rumah besar wartawan di Indonesia,” jelas Ikliludin. 

Diketahui, saat Kongres PWI Persatuan PWI 2025 di BPPTIK Komdigi Cikarang, sempat terjadi pertarungan sengit antara Akhmad Munir dan Hendry Ch. Bangun dalam merebut kursi calon ketua umum.

Sementara, dua bakal calon Ketua Dewan Kehormatan, Atal S. Depari dan Sihono HT pada Kongres PWI 2025 juga bersaing sangat ketat.

Di mana, Akhmad Munir meraih 52 suara dan Hendry Ch. Bangun meraih 35 suara. Sementara, Atal S. Depari 44 dan Sihono HT 42 suara, serta suara tidak sah 1 suara. 

Atas hal itu, duet Akhmad Munir dan Atal S. Depari resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat periode 2025-2030. 

Terpisah, Akhmad Munir mengaku wajar manakala ada persaingan sengit. Mengingat, hal itu, seperti rumah tangga asal jangan rumahnya dibakar.

“Terjadi rekonsiliasi dan ini sangat baik,” katanya.

Menurut Cak Munir, secara moral ketika PWI, wartawan ingin mengajak persatuan bangsa ini tidak sah jika mereka saja tidak utuh.

Maka secara moral wartawan berhak mengajak bangsa ini bersatu dan berdamai ditengah situasi di Jakarta. Maka PWI juga harus bersatu memberikan pesan damai.

“Ini momen yang sangat baik, kami dewan pers sangat mendukung agar kongres ini kembali mempersatukan PWI sebagai organisasi wartawan tertua dan terbesar,” tandasnya. (**)

Ket. Foto:

Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin didampingi Sekretaris Fahrul Mustofa. (Ist)

- Advertisement -

Langganan GRATIS

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Berita Terbaru