BerandaLombok BaratDinas PU Lombok Barat Gerak Cepat Koordinasi Atasi Jembatan Bakong yang Retak...

Dinas PU Lombok Barat Gerak Cepat Koordinasi Atasi Jembatan Bakong yang Retak dan Miring

Date:

Berita terkait

BPN Kota Mataram: Wajah Baru, Semangat Baru dalam Pelayanan Pertanahan

Mataram – Transformasi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata...

Bentuk Kepedulian terhadap Sesama, Kementerian ATR/BPN Gelar Bazar Ramadan 1447 H

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Pegawai Kantor Pertanahan Kota Mataram Ikut Ambil Bagian dalam Transformasi Pelayanan ATR/BPN

Mataram – Pegawai Kantor Pertanahan Kota Mataram turut ambil...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Koran Lombok, Lombok Barat – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Barat, HK. L. Winengan, bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Penjabat (Pj.) Gubernur NTB, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, serta Pelaksana Tugas (Plt.) PUTR Provinsi NTB untuk mengatasi kondisi Jembatan Bakong yang mengalami retak dan kemiringan yang mengkhawatirkan.

HK. L. Winengan menjelaskan bahwa Jembatan Bakong, yang menghubungkan Kecamatan Gerung dan Kecamatan Lembar, merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat dan ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait agar langkah penanganan segera dilakukan.

"Tadi kami sudah berkoordinasi dengan Pj. Gubernur NTB, Sekda NTB, dan PUTR NTB. Kami akan menyampaikan kondisi jembatan ini ke PU Pusat, karena ini harus segera ditangani. Jembatan ini merupakan jalur ekonomi masyarakat serta jalur utama untuk kebutuhan PLN Jeranjang yang mengangkut solar dan batu bara. PLN Jeranjang juga harus terlibat dalam penanganan ini. Jika tidak ada langkah konkret dalam satu minggu ke depan, jalan ini akan saya tutup," tegasnya, Kamis, (13/2/25).

Langkah cepat yang dilakukan Dinas PU Lombok Barat, termasuk pelaporan resmi kepada Pj. Gubernur NTB serta peninjauan langsung ke lokasi, diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan. Selain itu, pihak terkait juga akan melakukan kajian teknis lebih lanjut untuk menentukan apakah jembatan masih bisa diperbaiki atau harus dibangun ulang.

Menurut HK. L. Winengan, Jembatan Bakong yang dibangun pada tahun 1996/1997 telah mengalami kelelahan struktur akibat usia pakai yang cukup lama. Hujan deras yang melanda Kabupaten Lombok Barat dalam beberapa waktu terakhir juga menyebabkan debit air Sungai Dodokan meningkat, yang diduga menjadi salah satu penyebab utama keretakan dan kemiringan jembatan.

Hadi, salah seorang warga yang tinggal di sekitar jembatan, berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. "Kami sangat khawatir karena jembatan ini setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa membahayakan pengguna jalan," ujarnya.

Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah diharapkan segera menetapkan perbaikan Jembatan Bakong sebagai prioritas anggaran agar akses masyarakat dan jalur ekonomi tetap berjalan dengan aman dan lancar. ()

Ket. Foto:
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Barat, HK. L. Winengan kembali meninjau kondisi Jembatan Bakong bersama Plt. Kadis PUTR Provinsi NTB. (Ist)

- Advertisement -
Redaksihttps://koranlombok.com
Redaksi HarianNusa.com

Langganan GRATIS

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Berita Terbaru