BerandaNTBPeleburan Dinas Perempuan dan Anak NTB Tuai Penolakan: Aliansi Perempuan Soroti Risiko...

Peleburan Dinas Perempuan dan Anak NTB Tuai Penolakan: Aliansi Perempuan Soroti Risiko Pelemahan Layanan Publik

Date:

Berita terkait

BPN Kota Mataram: Wajah Baru, Semangat Baru dalam Pelayanan Pertanahan

Mataram – Transformasi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata...

Bentuk Kepedulian terhadap Sesama, Kementerian ATR/BPN Gelar Bazar Ramadan 1447 H

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Koran Lombok, Mataram – Rencana peleburan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ke dalam Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menuai penolakan keras dari Aliansi Perempuan NTB. Penolakan itu disampaikan langsung dalam audiensi dengan Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, di Kantor Gubernur, Jumat (2/5).

Aliansi menilai, penggabungan dua lembaga dengan mandat yang berbeda ini berisiko menurunkan kualitas layanan publik, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak. Lebih jauh, kebijakan ini dianggap mengancam keberlanjutan program pengarusutamaan gender dan perlindungan anak di daerah.

“Langkah ini tidak hanya melemahkan posisi strategis isu perempuan dan anak, tapi juga bertentangan dengan mandat Perpres No. 55 Tahun 2024 yang justru menegaskan pentingnya kelembagaan khusus di daerah,” tegas perwakilan Aliansi.

Selain bertentangan dengan Perpres, penggabungan dinilai tidak sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yang menempatkan kesetaraan gender dan perlindungan anak sebagai indikator utama pembangunan manusia.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Gubernur NTB memastikan bahwa isu perempuan dan anak tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pengarusutamaan gender akan diintegrasikan ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meski terjadi restrukturisasi kelembagaan.

“Kalau nanti kita gabung, di pansel-nya nanti silakan teman-teman tunjuk satu orang duduk di pansel, pilih yang menurut teman-teman punya perspektif gender,” ujar Gubernur.

Meski demikian, aliansi mendesak agar pemerintah mempertimbangkan ulang rencana peleburan ini dan membuka ruang dialog yang lebih luas demi menjaga keberpihakan terhadap isu-isu strategis perempuan dan anak di NTB. ()

Ket. Foto:
Aliansi Perempuan NTB saat audiensi dengan Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, di Kantor Gubernur, Jumat (2/5). (Ist)

- Advertisement -
Redaksihttps://koranlombok.com
Redaksi HarianNusa.com

Langganan GRATIS

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Berita Terbaru