BerandaNTBInflasi NTB Januari 2025 Capai 0,68 Persen

Inflasi NTB Januari 2025 Capai 0,68 Persen

Date:

Berita terkait

BPN Kota Mataram: Wajah Baru, Semangat Baru dalam Pelayanan Pertanahan

Mataram – Transformasi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata...

Bentuk Kepedulian terhadap Sesama, Kementerian ATR/BPN Gelar Bazar Ramadan 1447 H

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Pegawai Kantor Pertanahan Kota Mataram Ikut Ambil Bagian dalam Transformasi Pelayanan ATR/BPN

Mataram – Pegawai Kantor Pertanahan Kota Mataram turut ambil...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Koran Lombok, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat bahwa pada Januari 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,45.

Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin, M.M.D, menyampaikan, bahwa inflasi ini terjadi akibat kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran. "Kelompok yang mengalami kenaikan indeks tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,25 persen, diikuti oleh kelompok pendidikan sebesar 3,82 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,05 persen," ujarnya, saat menyampaikan Rilis BPS Provinsi NTB, Senin, (3/2) di Kantor BPS NTB.

Selain itu, beberapa kelompok pengeluaran lainnya juga mengalami kenaikan, yakni: Rekreasi, olahraga, dan budaya naik 2,12 persen.Kesehatan naik 2,05 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,03 persen, pakaian dan alas kaki naik 1,54 persen.
Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,48 persen, transportasi naik 0,29 persen.

Di sisi lain, terdapat dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu:
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,57 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turun 9,99 persen

Meski terjadi inflasi secara tahunan, NTB justru mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,55 persen pada Januari 2025, yang menunjukkan adanya penurunan harga dibandingkan dengan Desember 2024. Tingkat deflasi year to date (y-to-d) di Januari 2025 juga sebesar 0,55 persen.

"Penurunan harga pada beberapa sektor, terutama perumahan dan energi, menjadi faktor utama yang menyebabkan deflasi bulanan dan sejak awal tahun," jelas Wahyudin. ()

Ket. Foto:
Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin (tengah) saat menyampaikan Rilis BPS Provinsi NTB. (Ist)

- Advertisement -
Redaksihttps://koranlombok.com
Redaksi HarianNusa.com

Langganan GRATIS

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Berita Terbaru