Musrenbang 2026 Tegaskan Sinkronisasi Pusat–Daerah, Dua Menteri Kompak Apresiasi Arah Pembangunan NTB

Mataram – Musrenbang NTB 2026 menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memastikan setiap program yang dirancang tidak hanya terimplementasi dengan baik, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Arah pembangunan Nusa Tenggara Barat mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) NTB 2026, dua menteri Kabinet Indonesia, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto, menegaskan pentingnya sinkronisasi program pusat dan daerah sebagai kunci percepatan pembangunan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwa kualitas perencanaan menjadi faktor penentu utama keberhasilan pembangunan. Bahkan, menurutnya, perencanaan yang matang dapat menyumbang hingga 50 persen tingkat keberhasilan program.

“Kalau perencanaannya baik, paling tidak kita sudah mengantongi 50 persen keberhasilan,” ujarnya dalam kegiatan Musrenbang Provinsi NTB 2026 yang digelar di Hotel Lombok Raya, Kamis, (16/4).

Ia mengingatkan bahwa perencanaan tidak boleh dipandang sebagai aspek administratif semata, melainkan fondasi strategis yang menentukan arah dan efektivitas kebijakan pembangunan. 

Oleh karena itu, setiap program harus disusun secara terukur, terarah, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Lebih jauh, Mensos menegaskan pentingnya konektivitas antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Tanpa keterhubungan yang kuat, program pembangunan berisiko tidak optimal dalam memberikan dampak nyata.

“Kami ingin program pusat dan daerah tersambung dan berkolaborasi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Mensos juga mengapresiasi arah pembangunan yang disusun Pemerintah Provinsi NTB. Ia menilai perencanaan yang dibangun telah menunjukkan keselarasan dengan kebijakan nasional, termasuk dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial dan penurunan angka kemiskinan.

Senada dengan itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto menegaskan bahwa desa menjadi titik kunci dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah.

“Kunci maju atau tidaknya daerah itu ada di desa. Semua indikator pembangunan berangkat dari sana,” ujarnya.

Yandri secara khusus memberikan apresiasi terhadap program “Desa Berdaya” yang digagas Pemerintah Provinsi NTB. 

Program tersebut dinilai selaras dengan agenda nasional pembangunan desa yang mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong berbagai model pengembangan desa, seperti desa wisata, desa ekspor, dan desa tematik berbasis sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.

Menurutnya, penguatan desa tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan rantai pasok nasional.

“Semua kebutuhan dasar masyarakat sejatinya bisa dipenuhi dari desa. Jika ini berjalan, dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Kedua menteri sepakat bahwa integrasi kebijakan dan kolaborasi lintas pemerintahan menjadi faktor kunci dalam menciptakan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. 

NTB dinilai memiliki arah yang tepat dengan menempatkan perencanaan sebagai fondasi, serta desa sebagai pusat penggerak ekonomi dan kesejahteraan. (F*)

Ket. Foto:

Foto bersama dalam kegiatan Musrenbang Provinsi NTB 2026. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Anggota Komisi II DPRD NTB Minta Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan Pembelian Elpiji 3 Kg di Pangkalan

Mataram - Gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Harapan masyarakat adalah dapat memperoleh gas melon ini dengan mudah dan harga yang terjangkau....

Listrik Ramadan Aman, Srikandi PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik di Lombok Barat

Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan masyarakat dan keandalan pasokan listrik selama...

Wapres Gibran Serahkan BSU di NTB: Tegaskan Pemanfaatan untuk Kebutuhan Produktif, Bukan Judi Online

Mataram - Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyerahkan langsung Bantuan Subsidi Upah (BSU)...

PDIP Kota Mataram Gercep Buka Dapur Umum, Salurkan 3 Ribu Nasi Bungkus selama Masa Tanggap Darurat

Mataram - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI)Perjuangan Kota Mataram bersama Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPC PDI Perjuangan setempat mendirikan dapur umum...

Pemprov NTB Tetapkan Tarif Angkutan Lebaran 2025, Pastikan Harga Wajar dan Layanan Nyaman

Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menetapkan tarif batas atas untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) non ekonomi selama periode Lebaran...