Mataram – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memberikan pernyataan tegas menanggapi informasi yang kembali mencuat terkait dugaan adanya penawaran penjualan pulau di wilayah Nusa Tenggara Barat oleh pihak-pihak tertentu.
Kepala Dinas KomunikasiInformatikadan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTBYusron HadimenyatakanPemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa tidak ada individu maupun badan hukum yang memiliki hak kepemilikan atas pulau-pulautermasuk yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat.
“Pertamaperlu kami tegaskan bahwa sesuai dengan regulasitidak diperbolehkan ada kepemilikan pulau kecilbaik oleh perorangan maupun oleh badan hukum. Ini aturan yang berlaku secara nasional dan wajib kita patuhi bersama,” kata YusronSenin (23/6).
Yusron juga menjelaskan bahwa Pulau Panjangyang disebut-sebut dalam informasi penjualan tersebutmerupakan kawasan konservasi yang dilindungi dan dikelola dengan prinsip-prinsip keberlanjutan.
“KeduaPulau Panjang itu kawasan konservasiyang dikelola dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Aturan pemanfaatannya tidak diperkenankan untuk aktivitas budidayaapalagi sampai dijual. Jika benar ada aktivitas penjualan pulau inibisa dikategorikan tindakan ilegal,” tegasnya lagi.
Yusron memastikanPemerintah Provinsi NTB tidak tinggal diam. Melalui Dinas Kehutanan serta Dinas Kelautan dan Perikananpihaknya akan segera menindaklanjuti informasi ini dengan melakukan pengecekan langsung dan pendalaman lebih lanjut.
“Kami akan cek dan dalami persoalan ini secara serius. Setelah tergambar jelas duduk persoalannyabarulah langkah tegas dapat diambil. Tapi yang pastiPemprov NTB melarang dan akan memastikan agar tidak terjadi penjualan pulau di wilayah NTB,” ujar Yusron.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk turut menjaga wilayah konservasi dan mematuhi aturan hukum yang berlaku. Pemerintahsangat terbuka terhadap investasi yang bertanggung jawabtetapi tidak dalam bentuk kepemilikan pulau yang melanggar ketentuan. (F3)
Ket. Foto:
Kepala Dinas KomunikasiInformatikadan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTBYusron Hadi(F3)

