# DPRD dan Gubernur NTB Sepakati KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Direncanakan Mencapai Rp6,22 Triliun 

- Link: https://koranlombok.com/2026/08/14/dprd-dan-gubernur-ntb-sepakati-kua-ppas-2027-pendapatan-daerah-direncanakan-mencapai-rp622-triliun/
- Published: 2026-08-14T22:55:14+08:00
- Author: NewsRoom

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama DPRD Provinsi NTB
menyepakati KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 dengan menempatkan pengelolaan fiskal
yang realistissehatdan berorientasi pada hasil sebagai pijakan pembangunan daerah.
Kesepakatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk mengarahkan anggaran
pada agenda transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027 
oleh empat Pimpinan DPRD NTB yakni Baiq Isvie RupaedaLalu WirajayaYek Agil dan  
Muzihir bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi
NTB di Ruang Rapat DPRD NTBJumat (14/8).

Gubernur NTBLalu Muhamad Iqbal,  mengatakan penyusunan APBD 2027 berlangsung di 
tengah situasi yang penuh ketidakpastiansehingga pemerintah tidak boleh membangun
perencanaan berdasarkan asumsi yang terlalu optimistis. Menurutnyakekuatan fiskal
daerah justru harus dibangun dari kemampuan membaca kondisi dan mengelola sumber
daya secara tepat.

“Kekuatan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimilikitetapi
juga oleh kualitas perencanaan dan ketepatan pengelolaan anggaran,” ujar Iqbal.

Gubernur menegaskanpemerintah daerah harus memiliki kemampuan menghadapi berbagai
tekanan secara berkelanjutan. Menurutnyapembangunan tidak dapat dirancang dengan
asumsi bahwa satu persoalan akan segera selesaikarena tantangan baru akan selalu
muncul.

“Kita tidak lagi berharap bahwa krisis akan cepat selesai. Pada saat satu krisis
selesaikrisis lain akan datang. Karena itu tugas kita adalah bagaimana menyelesaikan
krisis tanpa menciptakan krisis yang baru,” tegasnya.

Dalam kerangka tersebutMiq Iqbal menilai APBD harus diperlakukan sebagai instrumen
untuk menghasilkan perubahanbukan sekadar dokumen administratif tahunan.

“APBD harus kita lihat sebagai instrumen untuk mencapai tujuan pembangunan. Karena
itusetiap rupiah yang kita belanjakan harus jelas manfaatnyajelas sasarannyadan 
bisa dipertanggungjawabkan hasilnya kepada masyarakat,” katanya.

KUA-PPAS 2027 disusun berdasarkan RKPD 2027 dengan fokus pada transformasi strukturalpenuntasan
kemiskinanketahanan panganpengembangan ekosistem industri agro-maritimserta pembangunan
destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Menurut Miq Iqbalarah tersebut merupakan pilihan strategis untuk memperkuat fondasi
ekonomi NTB agar tidak bergantung pada satu sektor.

“Kita ingin mendorong transformasi strukturalmenurunkan angka kemiskinan secara 
signifikanmemperkuat ketahanan pangan dan maritim daerahserta menumbuhkan ekosistem
industri agro-maritim sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah,” jelasnya.

Di sektor pariwisatapemerintah juga mengarahkan pembangunan pada quality tourismdengan
tidak hanya mengejar jumlah wisatawantetapi juga lama tinggalbelanja wisatawankualitas
destinasikeberlanjutan lingkungandan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Dari sisi fiskalpendapatan daerah dalam KUA-PPAS 2027 direncanakan mencapai Rp6,22
triliunmeningkat sekitar 10,69 persen dibandingkan APBD murni 2026 sebesar Rp5,62
triliun. Pendapatan tersebut terdiri atas PAD sekitar Rp3,128 triliunpendapatan 
transfer sekitar Rp2,98 triliunserta lain-lain pendapatan daerah yang sah sekitar
Rp114,24 miliar.

Belanja daerah direncanakan sebesar Rp6,09 triliunmeningkat sekitar 5,70 persen 
dibandingkan APBD murni 2026.

Dengan struktur tersebutterdapat surplus anggaran sekitar Rp192,7 miliar yang diarahkan
untuk kebutuhan pembiayaan daerahtermasuk pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh
tempo dan penyertaan modal.

Gubernur menegaskansalah satu capaian penting yang harus dijaga adalah membaiknya
kondisi fiskal daerah setelah seluruh kewajiban utang pemerintah daerah yang menjadi
beban telah diselesaikan.

“Alhamdulillahpada tahun 2025 untuk terakhir kalinya Provinsi NTB menyelesaikan 
kewajiban pembayaran utang yang menjadi beban pemerintah daerah. Tahun 2026 menjadi
tahun pertama kita memasuki tahun anggaran tanpa membawa utang,” ungkapnya.

Menurut Miq Iqbalkondisi tersebut harus menjadi pijakan untuk membangun APBD yang
lebih sehat pada tahun-tahun berikutnya.

“Jangan sampai kita membangun hari ini dengan membebani masa depan. Kita ingin memastikan
setiap tahun anggaran berikutnya tetap memiliki ruang fiskal untuk membiayai kebutuhan
masyarakat dan pembangunan,” tegasnya.

Ia mengapresiasi DPRD NTB yang dinilai memberikan dukungan konstruktif dalam proses
penyusunan anggaran. Menurutnyatantangan fiskal tidak dapat dihadapi sendiri oleh
pemerintahmelainkan membutuhkan kesamaan pandangan antara eksekutif dan legislatif.

“Beban ini akan terasa ringan kalau kita pikul bersama-sama. Alhamdulillahsaya merasakan
DPRD Provinsi NTB selalu memberikan dukungan yang sangat konstruktif,” katanya.

Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda mengatakan kesepakatan KUA-PPAS merupakan
hasil pembahasan bersama yang mengedepankan musyawarah dan menjadi landasan bagi
pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD 2027.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bentuk kesepakatan bersama dalam
penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027,” ujarnya.

Penandatanganan KUA-PPAS 2027 menjadi pijakan awal bagi penyusunan APBD 2027. Bagi
Pemprov NTBtantangan berikutnya bukan sekadar memastikan anggaran selesai tepat 
waktutetapi memastikan APBD benar-benar bekerja: menjaga kesehatan fiskalmembiayai
prioritas pembangunanmemperkuat fondasi ekonomidan menghadirkan manfaat yang nyata
bagi masyarakat. (F*)

Ket. Foto: 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Wakil Gubernur dan Sekda bersama Ketua
DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda didampingi tiga pimpinan DPRD lainnya menunjukkan dokumen

KUA PPAS APBD NTB 2027 usai ditandatangani dalam Rapat Paripurna DPRD NTB. (Ist)

### Bagikan ini:

 * [  Facebook ](https://koranlombok.com/2026/08/14/dprd-dan-gubernur-ntb-sepakati-kua-ppas-2027-pendapatan-daerah-direncanakan-mencapai-rp622-triliun/?share=facebook)
 * [  X ](https://koranlombok.com/2026/08/14/dprd-dan-gubernur-ntb-sepakati-kua-ppas-2027-pendapatan-daerah-direncanakan-mencapai-rp622-triliun/?share=x)
 * [  WhatsApp ](https://koranlombok.com/2026/08/14/dprd-dan-gubernur-ntb-sepakati-kua-ppas-2027-pendapatan-daerah-direncanakan-mencapai-rp622-triliun/?share=jetpack-whatsapp)
 * [  Telegram ](https://koranlombok.com/2026/08/14/dprd-dan-gubernur-ntb-sepakati-kua-ppas-2027-pendapatan-daerah-direncanakan-mencapai-rp622-triliun/?share=telegram)
 * [Lagi](https://koranlombok.com/2026/08/14/dprd-dan-gubernur-ntb-sepakati-kua-ppas-2027-pendapatan-daerah-direncanakan-mencapai-rp622-triliun/#)

 * [  Cetak ](https://koranlombok.com/2026/08/14/dprd-dan-gubernur-ntb-sepakati-kua-ppas-2027-pendapatan-daerah-direncanakan-mencapai-rp622-triliun/#print?share=print)
 * [  Surat elektronik ](https://koranlombok.com/2026/08/14/dprd-dan-gubernur-ntb-sepakati-kua-ppas-2027-pendapatan-daerah-direncanakan-mencapai-rp622-triliun/?subject=%5BTulisan%20%5D%20DPRD%20dan%20Gubernur%20NTB%20Sepakati%20KUA-PPAS%202027%2C%20Pendapatan%20Daerah%20Direncanakan%20Mencapai%20Rp6%2C22%20Triliun%C2%A0&body=https%3A%2F%2Fkoranlombok.com%2F2026%2F08%2F14%2Fdprd-dan-gubernur-ntb-sepakati-kua-ppas-2027-pendapatan-daerah-direncanakan-mencapai-rp622-triliun%2F&share=email)

### _Info Lainnya_
